Laba Emiten Energi Grup Sinarmas (DSSA) Melejit 389 Persen

PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA)
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA)

Jakarta | EGINDO.co  – Emiten energi dan teknologi grup Sinarmas, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) mencatatkan kenaikan pendapatan dan laba bersih sepanjang kuartal I/2021.

Berdasarkan laporan keuangan yang tidak diaudit per 31 Maret 2021 yang dikutip Selasa (6/7/2021), emiten berkode DSSA ini mencetak pendapatan sebesar US$488,36 juta naik 17,22 persen dari kuartal I/2020 yang sebesar US$416,58 juta.

Beban pokok penjualan pun turut meningkat, walaupun tidak sebesar pendapatan perusahan.

Beban pokok penjualan meningkat menjadi US$274,23 juta dari posisi US$257,58 juta pada kuartal yang sama tahun lalu.

Untungnya, perseroan berhasil menekan beban usaha menjadi US$85,09 juta dari posisi US$91,16 juta pada kuartal I/2020.

Penurunan utamanya datang dari beban penjualan yang menjadi US$57,28 juta dari posisi US$63,81 juta.

Laba kotor perseroan pun menjadi US$214,12 juta naik dari posisi kuartal sama tahun lalu US$159 juta.

Adapun, laba usaha meningkat menjadi US$129,03 juta dari posisi US$67,84 juta.

Dengan demikian, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk menjadi US$62,59 juta naik 389,32 persen dari kuartal I/2020 sebesar US$12,79 juta.

Di sisi lain, jumlah liabilitas perseroan pada kuartal I/2021 turun dari posisi akhir tahun 2020.

Jumlah liabilitas tercatat menjadi US$1,12 miliar turun dari posisi US$1,31 miliar.

Jumlah liabilitas jangka pendek turun menjadi US$550,88 juta dari posisi US$724,5 juta.

Sementara liabilitas jangka panjang turun menjadi US$573,67 juta dari posisi US$586,81 juta pada akhir tahun lalu.

Ekuitas perseroan meningkat menjadi US$1,76 miliar dari posisi US$1,58 miliar.

Adapun, jumlah aset DSSA turun menjadi US$2,88 miliar dari posisi US$2,9 miliar pada akhir tahun lalu.

Jumlah aset tidak lancar naik menjadi US$1,89 miliar dari posisi US$1,77 miliar. Sementara, aset lancar turun menjadi US$987,44 juta dari posisi US$1,12 miliar.

Sumber : Bisnis.com/SL