Kurs Transaksi BI 9 Maret 2026: Rupiah di Kisaran Rp17.003 per Dolar AS

ilustrasi
ilustrasi

Jakarta|EGINDO.co Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang tercermin dalam Kurs Transaksi Bank Indonesia menunjukkan pergerakan pada kisaran Rp17.003,60 per dolar AS untuk kurs jual dan Rp16.834,40 per dolar AS untuk kurs beli pada pembaruan terakhir 9 Maret 2026.

Kurs transaksi tersebut menjadi salah satu referensi penting bagi pelaku pasar dan lembaga keuangan dalam melakukan transaksi valuta asing, khususnya yang berkaitan dengan transaksi resmi dengan bank sentral. Bank Indonesia secara rutin memperbarui data kurs ini sebagai acuan bagi aktivitas ekonomi dan keuangan domestik.

Secara umum, kurs transaksi BI menggambarkan harga jual dan beli mata uang asing yang digunakan dalam berbagai transaksi dengan Bank Indonesia. Nilai tersebut dapat berbeda dengan kurs di perbankan atau pasar spot karena dipengaruhi oleh dinamika permintaan dan penawaran di pasar valuta asing serta kebijakan moneter yang berlaku.

Selain kurs transaksi, Bank Indonesia juga memiliki indikator nilai tukar lainnya seperti Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang menjadi referensi harga pasar spot USD/IDR di pasar valuta asing domestik. JISDOR dihitung berdasarkan transaksi aktual antarbank yang dilaporkan secara real time melalui sistem pemantauan transaksi valas Bank Indonesia.

Sejumlah media ekonomi nasional seperti Kontan juga mencatat bahwa kurs transaksi BI secara berkala digunakan sebagai acuan untuk berbagai mata uang utama dunia, termasuk dolar AS, euro, dan poundsterling dalam aktivitas keuangan nasional.

Di sisi lain, pergerakan rupiah masih dipengaruhi oleh berbagai faktor global dan domestik, antara lain dinamika suku bunga global, arus modal asing, serta sentimen terhadap perekonomian Indonesia. Stabilitas nilai tukar rupiah sendiri tetap menjadi salah satu fokus utama kebijakan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.

Dengan perkembangan tersebut, pelaku usaha, investor, dan masyarakat diharapkan tetap memantau pergerakan kurs secara berkala karena fluktuasi nilai tukar dapat memengaruhi biaya impor, harga komoditas, hingga aktivitas perdagangan internasional Indonesia. (Sn)

Scroll to Top