Kurs Transaksi Bank Indonesia: Rupiah terhadap Dolar AS di Level Rp16.970 per USD

ilustrasi rupiah
ilustrasi rupiah

Jakarta|EGINDO.co Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) berdasarkan Kurs Transaksi yang dirilis oleh Bank Indonesia pada 6 Maret 2026 menunjukkan pergerakan di kisaran Rp16.970,43 per USD untuk kurs jual dan Rp16.801,57 per USD untuk kurs beli.

Kurs transaksi ini merupakan acuan resmi yang digunakan Bank Indonesia dalam melakukan transaksi valuta asing dengan pihak ketiga, termasuk pemerintah maupun lembaga keuangan lainnya. Penetapan kurs tersebut diumumkan setiap hari kerja dan mengacu pada kurs referensi pasar yang dikenal sebagai Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR).

Secara umum, kurs jual menunjukkan harga yang digunakan bank sentral ketika menjual dolar AS kepada pihak lain, sementara kurs beli adalah harga ketika Bank Indonesia membeli dolar AS dari pasar atau pihak ketiga. Selisih antara keduanya mencerminkan spread yang lazim dalam transaksi valuta asing.

Pergerakan rupiah yang berada di kisaran Rp16.900 per dolar mencerminkan dinamika pasar valuta asing domestik yang masih dipengaruhi berbagai faktor global dan domestik. Di antaranya adalah pergerakan dolar AS di pasar internasional, kebijakan suku bunga bank sentral global, serta kondisi neraca perdagangan dan aliran modal ke pasar keuangan Indonesia.

Dalam konteks kebijakan moneter, Bank Indonesia secara konsisten menegaskan komitmennya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah agar tetap sejalan dengan fundamental ekonomi nasional. Stabilitas tersebut dinilai penting untuk menjaga kepercayaan pasar, mengendalikan inflasi, serta mendukung kesinambungan pertumbuhan ekonomi.

Selain kurs transaksi BI, pelaku pasar juga memantau indikator lain seperti JISDOR, yang merefleksikan harga spot USD/IDR di pasar antarbank dan digunakan sebagai referensi utama dalam transaksi valuta asing di Indonesia. Kurs ini disusun berdasarkan data transaksi antarbank melalui sistem pemantauan Bank Indonesia secara real time.

Dengan perkembangan global yang masih dinamis, pergerakan nilai tukar rupiah diperkirakan akan tetap fluktuatif dalam jangka pendek, seiring respons pasar terhadap data ekonomi internasional, kebijakan moneter global, serta arus investasi ke negara berkembang termasuk Indonesia. (Sn)

Scroll to Top