Jakarta|EGINDO.co Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat pada transaksi resmi yang dirilis oleh Bank Indonesia menunjukkan pergerakan di kisaran Rp16.900 per dolar AS. Berdasarkan pembaruan terakhir pada 13 Maret 2026, kurs transaksi bank sentral mencatat kurs jual USD sebesar Rp16.983,49 dan kurs beli Rp16.814,51 per dolar AS.
Data tersebut merupakan kurs transaksi yang digunakan sebagai acuan bagi transaksi antara Bank Indonesia dan pihak ketiga, termasuk pemerintah. Nilai ini disajikan dalam bentuk kurs jual dan kurs beli valuta asing terhadap rupiah yang diperbarui setiap hari kerja.
Kurs transaksi BI sendiri merujuk pada kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR), yaitu harga spot USD/IDR yang dihitung dari transaksi riil antarbank di pasar valuta asing domestik. Mekanisme ini bertujuan menghadirkan referensi nilai tukar yang representatif bagi pasar keuangan nasional.
Sejumlah mata uang utama lain juga tercatat dalam daftar kurs transaksi hari ini. Euro misalnya berada di kisaran Rp19.619,33 (jual) dan Rp19.422,44 (beli), sementara pound sterling tercatat sekitar Rp22.749,38 (jual) dan Rp22.514,63 (beli). Di kawasan Asia, dolar Singapura dipatok pada Rp13.321,43 (jual) dan Rp13.183,71 (beli).
Media ekonomi seperti CNBC Indonesia dan Kontan kerap menyoroti bahwa pergerakan rupiah biasanya dipengaruhi oleh berbagai faktor global, antara lain kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, dinamika harga komoditas, serta aliran modal asing di pasar keuangan domestik. Faktor-faktor tersebut dapat memicu volatilitas nilai tukar dalam jangka pendek.
Dengan perkembangan tersebut, pelaku pasar dan dunia usaha terus memantau arah pergerakan rupiah, terutama karena fluktuasi nilai tukar memiliki dampak langsung terhadap aktivitas perdagangan internasional, biaya impor, serta stabilitas sektor keuangan nasional. (Sn)