Jakarta|EGINDO.co Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih bergerak di level Rp16.000 per dolar AS. Berdasarkan data kurs transaksi dari Bank Indonesia pada pembaruan 12 Maret 2026, nilai tukar USD/IDR tercatat dengan kurs jual Rp16.951,33 per dolar AS dan kurs beli Rp16.782,67 per dolar AS.
Kurs transaksi Bank Indonesia ini digunakan sebagai acuan dalam berbagai transaksi valuta asing tertentu oleh otoritas moneter. Kurs jual menunjukkan harga ketika bank menjual dolar AS kepada nasabah, sedangkan kurs beli mencerminkan harga ketika bank membeli dolar dari nasabah.
Pergerakan rupiah dalam beberapa waktu terakhir memang masih berada di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.000 per dolar AS. Analis pasar memperkirakan mata uang Garuda masih akan bergerak pada rentang tersebut di tengah dinamika global dan sentimen ekonomi internasional.
Sejumlah laporan pasar juga menunjukkan bahwa rupiah sempat diperdagangkan sekitar Rp16.830 per dolar AS pada awal perdagangan, mencerminkan tekanan dari penguatan dolar AS dan faktor eksternal global.
Selain itu, data pasar valas internasional menunjukkan pergerakan rupiah cenderung fluktuatif, dengan kisaran perdagangan mingguan antara sekitar Rp16.755 hingga Rp16.882 per dolar AS, menandakan volatilitas yang relatif moderat dalam beberapa hari terakhir.
Sementara itu, kurs yang ditawarkan sejumlah bank nasional juga berada di kisaran yang tidak jauh berbeda. Beberapa bank besar di Indonesia mencatat kurs beli sekitar Rp16.700-an dan kurs jual mendekati Rp16.800–Rp16.900 per dolar AS untuk transaksi tertentu.
Perbedaan nilai tukar antarbank biasanya dipengaruhi oleh jenis layanan transaksi, seperti e-rate, TT counter, maupun bank notes, serta kondisi pasar valuta asing pada saat transaksi berlangsung.
Sebagai bank sentral, Bank Indonesia memiliki mandat utama menjaga stabilitas nilai rupiah melalui kebijakan moneter dan intervensi di pasar keuangan jika diperlukan.
Dengan berbagai dinamika global—mulai dari penguatan dolar AS, kondisi geopolitik, hingga data ekonomi dunia—pergerakan rupiah diperkirakan masih akan bergerak dinamis dalam waktu dekat. (Sn)