Kuala Lumpur | EGINDO.co – Raja Malaysia akan melakukan kunjungan bersejarah ke Rusia minggu depan dan bertemu dengan Presiden Vladimir Putin, seiring kedua negara berupaya menjalin hubungan bilateral yang lebih erat di tengah pergeseran posisi global.
Kunjungan Sultan Ibrahim Sultan Iskandar dari Selasa (5 Agustus) hingga 10 Agustus merupakan undangan Putin, demikian pernyataan Istana Negara pada hari Sabtu. Kunjungan ini akan menjadi kunjungan kenegaraan pertama seorang raja Malaysia ke Rusia sejak hubungan diplomatik kedua negara terjalin pada tahun 1967.
“Kunjungan ini juga mencerminkan peran penting kerajaan Malaysia dalam memajukan diplomasi negara,” ujar Istana Negara, seraya menambahkan bahwa kunjungan ini juga dapat membuka peluang kerja sama baru di berbagai bidang, termasuk perdagangan, teknologi, dan pendidikan tinggi.
Sultan Ibrahim akan disambut dengan upacara kenegaraan di Kremlin Moskow, dilanjutkan dengan pertemuan dengan Putin pada 6 Agustus. Raja Malaysia juga akan menghadiri jamuan makan kenegaraan yang diselenggarakan oleh pemimpin Rusia, ungkap Istana Negara.
Kremlin mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu bahwa perkembangan lebih lanjut hubungan Rusia-Malaysia, serta “sejumlah isu internasional dan regional”, akan menjadi agenda selama pembicaraan.
Setelah Moskow, Sultan Ibrahim akan bertolak ke Kazan di Tartarstan, salah satu republik otonom Rusia dengan populasi mayoritas Muslim. Selama di sana, beliau akan bertemu dengan para pemimpin lokal dan mengunjungi fasilitas manufaktur dan perakitan helikopter, kata Istana Negara seperti dilansir kantor berita nasional Bernama.
Sebagai ketua Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) saat ini, Malaysia juga akan memainkan peran utama dalam meningkatkan kerja sama strategis, terutama dalam konteks status Rusia sebagai mitra dialog ASEAN sejak 1996, tambah pihak istana.
Kunjungan bersejarah Raja Malaysia ke Rusia ini menyusul pertukaran informasi baru-baru ini antara kedua negara, termasuk kunjungan dan pendekatan Perdana Menteri Anwar Ibrahim.
Anwar telah melakukan tiga kunjungan ke Rusia selama dua tahun terakhir, dengan kunjungan terakhirnya terjadi pada bulan Mei. Selain berupaya memperluas kerja sama bilateral, ia juga berupaya memperkuat hubungan antara Rusia dan ASEAN.
Anwar telah mengundang Putin untuk menghadiri KTT ASEAN pada bulan Oktober, tetapi belum jelas apakah pemimpin Rusia tersebut akan hadir mengingat surat perintah penangkapannya dari Mahkamah Pidana Internasional (ICC). Malaysia bukan penandatangan ICC.
Para analis sebelumnya mengatakan kepada CNA bahwa keputusan Anwar untuk memperkuat hubungan ASEAN-Rusia dapat meresahkan beberapa negara anggota dan mitra dialog, termasuk Amerika Serikat dan negara-negara Barat lainnya.
Sumber : CNA/SL