Medan | EGINDO.com – Ketika perayaan Imlek, selalu muncul Kue Keranjang (Nian Gao) atau disebut juga Kue Bakul yang terbuat dari tepung ketan dan gula dengan memiliki tekstur kenyal dan lengket.
Kue Bakul merupakan cerita kehidupan para petani di China waktu itu untuk mengantisipasi terjadinya bahaya kelaparan akibat banjir atau apa bila terjadi gagal panen. Para petani di China memikirkan cara untuk mengatasinya dengan membuat bekal atau bahan makanan yang dapat tahan dalam waktu lama.
Akhirnya dibuatlah kue yang kuat, ringkas, awet, rasanya enak dan tahan lama, itulah kue keranjang atau kue bakul yang ketika perayaan Imlek menjadi sesaji dan makanan serta menjadi simbol kehidupan manis yang pada tahun berikutnya.
Ketika sedang merayakan Imlek, kue Bakul atau kue Keranjang yang rasanya manis itu selalu hadir sebagai panganan. Kue Bakul sebagai rasa syukur petani di China dalam merayakan Imlek satu manifestasi keuletan, kegigihan, kerja keras, optimis dan selalu waspada mengantisipasi kemungkinan terburuk yang bakal dihadapi dan rasa syukur terhadap Sang Pencipta terkandung dalam perayaan Imlek.
Makna perayaan Imlek pada dasarnya menuju kepada kehidupan yang lebih baik dari tahun yang sudah dilalui, begitulah yang diinginkan para petani waktu itu di China dan kini semua manusia di dunia ini selalu menginginkan kehidupan hari ini akan lebih baik pada hari esok. Selamat merayakan Tahun Baru Imlek. Gong Xi Fa Chai 2577.@
Fd/timEGINDO.com