Singapura | EGINDO.co – Kualitas udara di wilayah timur dan barat Singapura memasuki kategori tidak sehat pada Minggu (20/9) pagi, menyusul wilayah tengah yang telah mencatat tingkat kualitas udara tidak sehat sejak sehari sebelumnya.
Indeks Standar Polutan (PSI) 24 jam mencapai angka 105 di wilayah barat dan 102 di wilayah timur pada pukul 06.00 pagi, sementara wilayah tengah mencatat angka 123.
Namun, wilayah timur kembali ke kategori sedang dengan angka 99 pada pukul 10.00 pagi dan turun menjadi 87 tiga jam kemudian. Wilayah barat juga kembali ke kategori sedang pada pukul 13.00 siang, dengan angka 97.
Hingga pukul 18.00 sore, wilayah tengah mencatat angka 102.
Dua perlombaan yang dijadwalkan pada Minggu pagi, yaitu Yellow Ribbon Run di Kallang dan Race Against Cancer di East Coast Park, tetap berlangsung sesuai rencana.
Pihak penyelenggara membagikan kabar terkini, video, dan foto dari acara-acara tersebut di halaman media sosial masing-masing.
“Pembacaan kadar PM2.5 per jam dari pukul 06.00 hingga 10.00 pagi ini berada dalam Rentang 1 (normal) untuk wilayah tengah dan selatan,” ujar panitia penyelenggara Yellow Ribbon Run. Mereka menambahkan bahwa dengan mempertimbangkan hal tersebut dan berpedoman pada panduan Badan Lingkungan Hidup Nasional (NEA), acara tersebut dinilai aman untuk dilanjutkan.
Angka PSI telah berfluktuasi keluar-masuk kategori tidak sehat selama beberapa minggu terakhir.
Kelima wilayah Singapura mencatat tingkat kualitas udara tidak sehat pada hari Selasa—kejadian pertama sejak September 2019.
NEA menyatakan pada Minggu pagi bahwa pihaknya mengamati cuaca kering di sebagian besar wilayah selatan ASEAN sepanjang malam, kecuali adanya hujan di wilayah utara Semenanjung Malaysia, Kalimantan, dan Sumatra.
“Titik panas yang tersebar luas terdeteksi di Kalimantan serta wilayah selatan dan tengah Sumatra,” ungkap badan tersebut, seraya menambahkan bahwa hanya sedikit titik panas yang terdeteksi di wilayah lain di kawasan selatan ASEAN.
Badan tersebut juga mencatat adanya kabut asap lintas batas dengan tingkat kepadatan sedang hingga pekat di sebagian wilayah Kalimantan, Sarawak, Sumatra bagian selatan dan tengah, serta wilayah selatan Semenanjung Malaysia. Cakupan penuh situasi titik panas dan kabut asap tidak dapat dipastikan akibat tutupan awan, namun banyak stasiun pemantau kualitas udara di Kalimantan mencatat tingkat kualitas udara mulai dari tidak sehat hingga berbahaya, sementara tingkat tidak sehat terdeteksi di beberapa stasiun di Sumatra bagian selatan dan tengah, serta wilayah selatan Semenanjung Malaysia.
Dalam laporan hariannya pada hari Minggu, NEA memperkirakan nilai PSI 24 jam akan berada pada kisaran moderat rendah hingga tidak sehat.
Lembaga tersebut menyatakan bahwa kondisi kering diperkirakan akan terus berlanjut di Sumatra bagian selatan dan Kalimantan bagian barat daya. Terdapat pula risiko kabut asap yang dapat berdampak pada Singapura akibat angin yang diperkirakan bertiup dari arah tenggara.
NEA menambahkan bahwa kepulan asap dengan tingkat kepadatan sedang hingga pekat terus terpantau berasal dari kebakaran lahan di Kalimantan serta Sumatra bagian selatan dan tengah, sementara kabut asap dari Sumatra teramati bergerak ke arah Singapura.
Sumber : CNA/SL