Medan | EGINDO.com – Kota Wisata Parapat di Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara (Sumut) diterjang banjir bandang mengakibatkan puluhan rumah rusak. Banjir bandang yang menerjang Kawasan Parapat, salah satu daerah wisata yang berada di Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, terjadi pada Minggu sore, 16 Maret 2025 kemarin.
Kepala Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera utara (Sumut), Tuahta Ramajaya Saragih AP MSi, pada Senin (17/3/2025) mengatakan kepada wartawan bencana alam banjir akibat curah hujan yang tinggi dan ekstrim tersebut menyebabkan meluapnya Sungai Batu Gagah dan Sosor Sabah, sehingga Banjir Bandang terjadi di Parapat pada Minggu sore.
Namun, kata Tuahta Ramajaya Saragih AP MSi pada Minggu malam, air sudah surut yang mana air masuk ke rumah-rumah warga dan juga pertokoan yang ada di Kota Parapat. Selain itu banyak ternak masyarakat yang turut hanyut. Untuk sementara rumah yang terdampak banjir sekitar 50 unit dan tidak ada korban jiwa meninggal dunia.
Sebagaimana yang diberitakan EGINDO.com Minggu kemarin hujan yang mengguyur wilayah Parapat sejak pukul 14.00 WIB hingga 17.40 WIB dan menyebabkan meluapnya Sungai Batu Gaga di Bangun Dolok, membawa material lumpur dan batu ke pusat kota Parapat membuat warga panik.
Sementara itu Kapolsek Parapat, AKP Manguni Wiria D. Sinulingga, menyatakan pihaknya segera mengamankan lokasi dan mengimbau masyarakat untuk menjauhi kawasan terdampak dan hingga saat ini, Senin, 17 Maret 2025 tidak ditemukan korban jiwa, namun kerugian material cukup signifikan. Selain itu fasilitas vital di Parapat lumpuh, menyebabkan kepanikan di kalangan warga. Kawasan Terminal Sosor Saba dan sepanjang Jalan Sisingamangaraja terendam air, melumpuhkan aktivitas di area tersebut. Untuk mengurai kemacetan dan mencegah kecelakaan, Satlantas Polres Simalungun melakukan pengalihan arus lalu lintas di Simpang Palang, Pondok Bulu, Kecamatan Dolok Panribuan.@
Bs/timEGINDO.com