Korsel dengan AS Sedang Bahas Investasi Chip di Tengah Kekhawatiran Tarif

Korsel & AS sedang bahas investasi chip
Korsel & AS sedang bahas investasi chip

Seoul | EGINDO.co – Korea Selatan dan Amerika Serikat sedang membahas investasi semikonduktor di AS sebagai bagian dari pembicaraan bilateral yang lebih luas, ungkap seorang pejabat Seoul kepada wartawan pada hari Jumat (4 September).

Pejabat kepresidenan tersebut menanggapi pertanyaan mengenai apakah rencana pengenaan tarif terhadap cip—yang disinggung oleh Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick—berdampak pada negosiasi investasi yang sedang berlangsung antara kedua negara.

“Ada berbagai isu antara Korea Selatan dan Amerika Serikat, dan isu-isu tersebut terkadang saling memengaruhi,” ujar pejabat itu, seraya menambahkan bahwa semikonduktor merupakan bagian dari hal-hal terkait investasi yang sedang dibahas.

“Kami berupaya mencegah hal-hal tersebut saling menghambat satu sama lain.”

Lutnick pekan ini menyatakan bahwa Washington sedang merencanakan “kebijakan tarif yang terarah dan cermat” terhadap impor semikonduktor.

“Jika Anda tidak membangun [fasilitas] di sini, bersiaplah untuk membayar biaya masuk ke pasar terbesar di dunia,” ujarnya dalam sebuah wawancara yang disiarkan televisi.

Berdasarkan kesepakatan yang mencakup investasi manufaktur Korea Selatan senilai US$350 miliar di AS—yang dicapai oleh presiden kedua negara tahun lalu—produsen cip Korea Selatan akan mendapatkan tarif AS yang “tidak kurang menguntungkan” dibandingkan ketentuan yang ditawarkan kepada pesaing lain dengan volume perdagangan cip yang setara atau lebih besar.

Korea Selatan merupakan basis bagi Samsung Electronics dan SK Hynix, produsen cip memori terbesar di dunia. Permintaan terhadap cip tersebut melonjak seiring langkah perusahaan-perusahaan teknologi AS yang berlomba-lomba membangun infrastruktur kecerdasan buatan (AI).

Pejabat tersebut mengatakan bahwa negosiasi Seoul dengan Washington mengenai isu keamanan nasional belum menunjukkan kemajuan; hal ini merujuk pada rencana Korea Selatan untuk membangun kapal selam bertenaga nuklir sendiri sebagai bagian dari kesepakatan tahun lalu.

Sumber : CNA/SL

Scroll to Top