Korsel Bawa Pulang Awak Kapal Perusak Yang Kena Covid-19

Kapal Perusak Korea Selatan
Kapal Perusak Korea Selatan

Seoul | EGINDO.co – Korea Selatan mengirim pesawat militer pada Minggu (18 Juli) untuk menggantikan seluruh 300 anggota awak kapal perusak angkatan laut dalam misi anti-pembajakan di lepas pantai Afrika Timur setelah hampir 70 di antaranya dinyatakan positif mengidap virus corona, kata para pejabat.

Dua kapal tanker udara multi-peran akan membawa pulang 300 pelaut di atas kapal perusak kelas 4.400 ton Munmu the Great, kata Kepala Staf Gabungan dan pejabat Kementerian Pertahanan, meminta anonimitas mengutip aturan departemen.

Mereka mengatakan 68 pelaut sejauh ini dinyatakan positif dan hasil pada 200 dari 300 awak masih menunggu.

Lima belas pelaut dirawat di rumah sakit di negara Afrika yang tidak disebutkan namanya, sementara sisanya berada di kapal perusak.

Tidak ada yang divaksinasi untuk COVID-19 ketika mereka meninggalkan Korea Selatan pada awal Februari, sebelum dimulainya kampanye vaksinasi, menurut pejabat kesehatan dan militer.

Penyebab infeksi belum diumumkan secara resmi. Tetapi otoritas militer menduga virus itu mungkin telah menyebar ketika kapal perusak itu merapat di pelabuhan di wilayah itu untuk memuat barang pada akhir Juni.

Awak pengganti 150 personel angkatan laut akan tiba di atas kapal tanker udara dan pindah ke kapal perusak yang berlabuh di laut untuk berlayar kembali ke Korea Selatan dalam perjalanan yang memakan waktu sekitar satu bulan, menurut Kepala Staf Gabungan.

Media lokal melaporkan bahwa para pelaut yang terinfeksi akan tiba di rumah pada Selasa malam.

Korea Selatan telah mengambil bagian dalam operasi anti-pembajakan di Teluk Aden sejak 2009.

Para pejabat mengatakan Munmu yang Agung akan diganti dengan kapal perusak lain bulan depan setelah pengerahan rotasi selama enam bulan. Kapal perusak kedua sedang dalam perjalanan ke daerah tersebut.

Baca Juga :  Hong Kong Larang Penerbangan Dari Indonesia, Risiko Covid-19

Pada hari Minggu, otoritas kesehatan Korea Selatan melaporkan 1.454 kasus baru, menjadikan total negara itu menjadi 177.951 dengan 2.057 kematian.

Korea Selatan baru-baru ini memberlakukan aturan jarak terberatnya di wilayah ibu kotanya yang padat penduduknya, di mana sebagian besar kasus baru-baru ini ditemukan.

Pihak berwenang juga mempertimbangkan pembatasan yang lebih ketat di daerah lain.

Sumber : CNA/SL