Jakarta|EGINDO.co Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri tengah mematangkan skenario rekayasa lalu lintas berupa one way nasional di ruas Tol Trans Jawa sebagai respons terhadap potensi lonjakan kendaraan pada puncak arus balik Lebaran tahap kedua.
Skema ini direncanakan akan diberlakukan mulai dari GT Kalikangkung KM 414 hingga KM 70 Gerbang Tol Cikampek Utama, Karawang, dengan pendekatan yang bersifat situasional. Artinya, implementasi kebijakan tersebut akan sangat bergantung pada kondisi riil di lapangan, khususnya jika terjadi peningkatan volume kendaraan secara signifikan.
Pihak Korlantas menegaskan bahwa keputusan final tidak bersifat otomatis, melainkan akan diambil berdasarkan hasil pemantauan langsung terhadap kepadatan lalu lintas pada hari ini. Jika indikator kepadatan melampaui ambang batas, maka rekayasa one way nasional akan segera diberlakukan guna mengurai kemacetan.
Sejumlah laporan dari media nasional seperti Kompas.com dan CNN Indonesia menyebutkan bahwa puncak arus balik gelombang kedua diperkirakan terjadi pada Sabtu (28/3/2026) hingga Minggu (29/3/2026). Lonjakan ini dipicu oleh pergerakan pemudik yang kembali ke kota-kota besar setelah libur Lebaran.
Selain skema one way, aparat juga menyiapkan opsi rekayasa lain seperti contraflow dan pembatasan kendaraan berat guna memastikan kelancaran arus kendaraan. Pengendalian lalu lintas ini diharapkan dapat menjaga kecepatan rata-rata kendaraan tetap optimal dan meminimalisir antrean panjang di titik-titik krusial.
Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi resmi dari kepolisian dan pengelola jalan tol, serta mempertimbangkan waktu perjalanan dengan bijak guna menghindari kepadatan pada jam-jam puncak.
Dengan strategi yang adaptif dan berbasis kondisi lapangan, pemerintah berharap mobilitas arus balik Lebaran tahun ini dapat berlangsung lebih tertib, aman, dan terkendali. (Sn)