Korban Tewas Tanah Longsor Di Filipina Selatan Jadi 68 Orang

Pencarian koraban tanah longsor di Filipina Selatan
Pencarian koraban tanah longsor di Filipina Selatan

Manila| EGINDO.co – Jumlah korban tewas akibat tanah longsor di Filipina selatan meningkat menjadi 68 orang, dan para pejabat mengatakan pada Senin (12 Februari) bahwa peluang untuk menemukan lebih banyak orang yang selamat semakin dekat.

Tim penyelamat masih mencari 51 orang lagi setelah tanah longsor pada 6 Februari, yang terjadi di luar tambang emas di kota Maco di provinsi Davao de Oro dan mengubur rumah serta kendaraan yang seharusnya mengangkut karyawan perusahaan pertambangan tersebut.

Ratusan tim penyelamat telah menggunakan tangan kosong, sekop, dan peralatan berat pemindah tanah selama hampir seminggu untuk mencari korban yang terkubur. Lebih dari selusin mayat dikeluarkan dari lumpur pada hari Senin.

Baca Juga :  Tidak Ada Korban Selamat Dalam Kecelakaan China Eastern

Otoritas bencana berencana mengalihkan fokus mereka dari pencarian dan penyelamatan ke pencarian dan pengambilan mulai Selasa, kata petugas bencana kota Maco Ariel Capoy.

“Hampir seminggu setelah kejadian dan… kami berasumsi tidak ada seorang pun yang hidup di sana,” kata Edward Macapili, juru bicara kantor bencana provinsi Davao de Oro, kepada AFP.

“Saat ini sudah ada bau busuk di area tersebut, jadi kita perlu mempercepat pengambilannya.”

Area dengan kedalaman sekitar 50 m masih harus dicari, Macapili menambahkan.

Seorang anak perempuan berusia tiga tahun berhasil ditarik hidup-hidup dari bawah reruntuhan pada hari Jumat, yang digambarkan oleh tim penyelamat sebagai sebuah “keajaiban”.

Longsor tersebut mengubur tiga bus dan sebuah jeepney yang menunggu karyawan sebuah perusahaan pertambangan emas dan 55 rumah di dekatnya, menyebabkan 32 orang lainnya terluka.

Baca Juga :  Menteri Teten Digitalisasi Mempermudah Akses Pembiayaan UMKM

Pihak berwenang telah berjanji untuk melanjutkan pencarian sampai semua orang yang hilang ditemukan.

Amerika Serikat, melalui Badan Pembangunan Internasional AS, memberikan bantuan kemanusiaan senilai US$1,25 juta kepada masyarakat yang terkena dampak di kepulauan selatan, kata kedutaan besar Amerika di Manila dalam sebuah pernyataan.

Departemen Pertahanan AS juga menyediakan dua pesawat kargo C-130 untuk membantu mengirimkan paket makanan ke masyarakat yang terkena dampak.

Sumber : CNA/SL

Bagikan :