Komunitas Lintas Agama PKMN Gelar Penghijauan Lintas Iman di Kampung Kerukunan Bojong Indah, Jakarta Barat

Penyerahan bibit pohon secara simbolis dari Kahaptex kepada Ketua Kampung Kerukunan Rawa Buaya, H. Effendi, dan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Jakarta Barat, H. Saumun
Penyerahan bibit pohon secara simbolis dari Kahaptex kepada Ketua Kampung Kerukunan Rawa Buaya, H. Effendi, dan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Jakarta Barat, H. Saumun

Jakarta | EGINDO.com – Komunitas Lintas Agama Penguat Keragaman Masyarakat Nusantara (PKMN) menggelar kegiatan Gerakan Penghijauan Lintas Iman di Kampung Kerukunan, Bojong Indah, Cengkareng, Jakarta Barat, Sabtu (4/7/2026) malam. Mengusung tema “Hijau Kerukunan: Menanam Kebaikan, Menuai Harmoni”, kegiatan ini menjadi simbol kolaborasi lintas agama dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memperkuat persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh IPDA Muh. Audi Aqshal Afandi, S.Pd., M.M. mewakili Dit Cegah Densus 88 Antiteror Mabes Polri, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi DKI Jakarta H. M. Matsani, S.Sos., M.Si., Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jakarta Barat H. Saumun, Kasatkorwil Banser DKI Jakarta H. Adin My Widayanto, Kasuban Kesbangpol Jakarta Barat Tumpal Matondang, Wakil Sekretaris PWI Pokja Wali Kota Jakarta Barat Rafian Tama Periadi, S.Ag., Lurah Rawa Buaya Adith Pratama, S.E., M.M., Bhabinkamtibmas Kelurahan Rawa Buaya AIPDA Achmad Kosasi, Kasatpol pp kelurahan Rawa Buaya Novi Henriansyah, Ketua Kampung Kerukunan Rawa Buaya H. Effendi serta perwakilan dari PT. KAHAPTEX, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, dan perwakilan komunitas lintas iman yang turut mendukung terselenggaranya Gerakan Penghijauan Lintas Iman di Kampung Kerukunan Rawa Buaya.

Rangkaian acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebagai bentuk penghormatan kepada bangsa dan negara. Selanjutnya, doa pembuka dipimpin oleh Romo Antonius Suhardi Antara.

Dalam doanya, Romo Aan memohon agar semangat kebersamaan lintas agama yang terjalin dalam kegiatan tersebut mampu memperkuat persatuan bangsa. “Semoga dengan kegiatan bersama lintas agama ini, kami sungguh-sungguh mampu untuk mewujudkan Indonesia sebagai rumah bersama, sebagai kebersamaan kami untuk mewujudkan cita-cita bangsa. Maka ya Tuhan, kami mohon berkat-Mu agar kami masing-masing Engkau jadikan saksi-Mu untuk menebar kebaikan dan menebar harmoni dalam hidup kami,” katanya.

Usai doa bersama, sambutan disampaikan Rama Ferdinand Pang, perwakilan Vihara Saddhapala selaku tuan rumah penyelenggaraan kegiatan. Ia hadir mewakili Kepala Vihara, Bhante Dhammakaro Mahathera, yang berhalangan hadir karena sedang menjalankan tugas pelayanan di luar kota.

Dalam sambutannya, Rama Ferdinand menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh tamu undangan serta berharap Vihara Saddhapala dapat menjadi ruang yang terbuka bagi kegiatan-kegiatan yang memperkuat persaudaraan dan kerukunan antarumat beragama.  Mengaitkan tema penghijauan dengan ajaran Buddha, ia mengisahkan teladan Anathapindika, seorang umat awam yang dikenal sebagai pendukung utama Sang Buddha.

Menurutnya, ketika mengalami kesulitan hidup, Anathapindika tetap menebarkan manfaat dengan menanam biji-biji buah di berbagai tempat, berharap kelak pohon-pohon tersebut dapat menjadi tempat berteduh dan sumber kehidupan bagi manusia maupun makhluk lainnya. “Saya teringat kisah Anathapindika yang setiap hari menanam biji-biji buah. Harapannya sederhana, agar kelak pohon-pohon itu menjadi rumah bagi burung, serangga, dan berbagai makhluk hidup lainnya, sekaligus bermanfaat bagi manusia. Semangat itulah yang relevan dengan kegiatan penghijauan yang kita lakukan hari ini,” ucapnya.

Komunitas Lintas Agama Penguat Keragaman Masyarakat Nusantara menggelar kegiatan Gerakan Penghijauan Lintas Iman berfoto bersama

Ia juga menyoroti pentingnya kepedulian terhadap lingkungan di tengah perubahan iklim yang semakin nyata dirasakan masyarakat. “Kita semua merasakan bahwa cuaca semakin panas dan iklim semakin tidak bersahabat. Semoga apa yang kita lakukan hari ini dapat memberikan dampak positif, menyejukkan lingkungan, memperlambat kerusakan bumi, dan menghadirkan manfaat bagi generasi sekarang maupun yang akan datang.” Menutup sambutannya, Rama Ferdinand menyampaikan permohonan maaf dari Bhante Dhammakaro Mahathera yang tidak dapat hadir secara langsung. Ia berharap Gerakan Penghijauan Lintas Iman dapat berjalan lancar serta menjadi inspirasi untuk terus menanam kebaikan, mempererat persaudaraan, dan menjaga kelestarian lingkungan secara bersama-sama.” tutup Rama Ferdinand.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi DKI Jakarta, H. M. Matsani, S.Sos., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang menggagas Gerakan Penghijauan Lintas Iman. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kolaborasi dalam menjaga lingkungan sekaligus memperkuat kerukunan antarumat beragama. “Atas nama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, khususnya Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah menggagas dan menyelenggarakan Gerakan Penghijauan Lintas Iman. Ini merupakan inisiatif yang sangat baik dan patut menjadi inspirasi bersama,” ujarnya.

Matsani menegaskan bahwa penghijauan bukan sekadar kegiatan menanam pohon, melainkan juga menanam nilai-nilai kebaikan, kepedulian, toleransi, dan semangat gotong royong di tengah masyarakat yang majemuk. Menurutnya, pohon yang ditanam memiliki makna filosofis yang mendalam. Akar melambangkan kuatnya persatuan, batang mencerminkan keteguhan dalam menjaga kerukunan, sedangkan ranting dan daun menggambarkan keberagaman yang saling melengkapi dalam kehidupan bermasyarakat.

Ia juga menyebut Jakarta sebagai kota global yang dihuni masyarakat dari berbagai suku, agama, ras, budaya, dan golongan sehingga membutuhkan komitmen bersama untuk terus merawat persaudaraan melalui tindakan nyata. “Melalui Gerakan Penghijauan Lintas Iman ini, kita menunjukkan bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk bekerja sama. Justru keberagaman adalah kekuatan besar untuk membangun lingkungan yang lebih baik, masyarakat yang harmonis, dan Jakarta yang semakin inklusif,” katanya.

Dalam sambutannya, Matsani mengungkapkan bahwa Kampung Kerukunan Bojong Indah merupakan embrio Kampung Kerukunan di Jakarta Barat yang kemudian menginspirasi lahirnya kampung-kampung kerukunan di wilayah lain di DKI Jakarta. Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus berkomitmen memperkuat semangat kebangsaan, toleransi, dan kerukunan umat beragama melalui semangat Jaga Jakarta, yang mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga kota, tidak hanya dari persoalan lingkungan, tetapi juga dari berbagai potensi yang dapat memecah persatuan.

Lurah Rawa Buaya sedang Menanam bibit pohon dlm acara Penghijauan Lintas Agama

Menutup sambutannya, Matsani mengingatkan bahwa menanam pohon hanyalah langkah awal. Menurutnya, sebagaimana menjaga kerukunan, pohon yang telah ditanam juga harus terus dirawat agar memberikan manfaat bagi generasi mendatang. “Semoga kegiatan ini membawa dampak positif bagi kita semua untuk terus menjaga keharmonisan, kerukunan, kekompakan, dan soliditas dalam bingkai Jaga Jakarta,” katanya menegaskan.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jakarta Barat, H. Saumun, mengatakan Kampung Kerukunan di Kelurahan Rawa Buaya merupakan contoh nyata kehidupan masyarakat yang mampu hidup rukun di tengah keberagaman suku, budaya, dan agama.

Menurutnya, semangat kebersamaan tersebut tercermin dalam keterlibatan para tokoh lintas agama yang bergotong royong mengikuti Gerakan Penghijauan Lintas Iman sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus memperkuat persaudaraan. “Hari ini kita berada di Kampung Kerukunan, tempat masyarakat dengan latar belakang yang berbeda-beda hidup berdampingan secara damai. Penanaman pohon yang dilakukan bersama ini menjadi bukti bahwa perbedaan bukan penghalang untuk saling bekerja sama demi kebaikan bersama,” ujarnya.

Saumun menyoroti kondisi lingkungan yang semakin memprihatinkan akibat pemanasan global, pencemaran udara, serta ketidakseimbangan ekosistem. Menurutnya, manusia memiliki tanggung jawab moral dan spiritual untuk menjaga kelestarian alam. Ia mengajak seluruh masyarakat menjadikan kegiatan menanam pohon sebagai gerakan bersama karena setiap pohon yang ditanam akan memberikan manfaat bagi kehidupan manusia maupun makhluk hidup lainnya. “Dalam ajaran agama, menanam pohon merupakan amal yang pahalanya terus mengalir selama pohon itu memberikan manfaat. Karena itu, mari kita tanam pohon sebanyak mungkin sebagai bentuk ibadah sekaligus ikhtiar menjaga bumi,” katanya.

Menutup sambutannya, Saumun menyampaikan sebuah kisah tentang seekor burung nuri yang tetap menjaga dan mendoakan sebuah pohon hingga kembali hidup. Menurutnya, kisah tersebut mengandung pesan agar setiap orang menjadi pribadi yang peduli terhadap kelestarian alam. “Mudah-mudahan kita semua yang hadir di sini dapat menjadi seperti burung nuri, yang terus menjaga, merawat, dan mencintai alam sehingga bumi tetap lestari untuk anak cucu kita,” pungkasnya.

Densus 88 Antiteror Mabes Polri, yang diwakili IPDA Muh. Audi Aqshal Afandi, S.Pd., M.M., dalam sambutannya, Audi mengungkapkan bahwa keberhasilan Indonesia mempertahankan situasi keamanan dari aksi terorisme dalam beberapa tahun terakhir tidak terlepas dari peran seluruh elemen masyarakat yang terus menjaga persatuan dan kerukunan. “Alhamdulillah, selama tiga tahun terakhir, sejak 2023 hingga hari ini, Indonesia berhasil mempertahankan zero attack dari aksi terorisme. Pencapaian ini bukan semata-mata hasil kerja Densus 88, tetapi buah dari kerja sama seluruh komponen bangsa yang terus menjaga kerukunan dan persatuan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa ancaman terorisme saat ini telah mengalami perubahan pola. Kelompok radikal tidak lagi hanya bergerak secara konvensional, tetapi semakin aktif memanfaatkan ruang digital untuk menyebarkan paham intoleransi dan narasi yang berpotensi memecah belah masyarakat. “Kelompok-kelompok tersebut kini memanfaatkan media digital untuk menyebarkan narasi intoleran, radikal, dan eksklusif yang dapat mengganggu persatuan bangsa. Karena itu, benteng pertama untuk mencegahnya adalah memperkuat kerukunan di tengah masyarakat,” katanya.

Audi menegaskan bahwa keberagaman merupakan kekuatan utama bangsa Indonesia. Ia mengutip pesan dalam Surah Al-Hujurat ayat 13 yang mengajarkan bahwa manusia diciptakan bersuku-suku dan berbangsa-bangsa agar saling mengenal, sementara kemuliaan seseorang ditentukan oleh ketakwaannya, bukan oleh suku, agama, maupun latar belakangnya.

Menurutnya, Gerakan Penghijauan Lintas Iman menjadi simbol penting bahwa kerja sama antarumat beragama mampu memperkuat ketahanan sosial sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. “Menanam pohon bukan sekadar kegiatan seremonial. Di baliknya terdapat makna membangun benteng sosial, memperkuat kebersamaan, dan merawat persatuan bangsa. Inilah nilai yang harus terus diwariskan kepada generasi penerus,” katanya.

Menutup sambutannya, Audi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kerukunan yang telah terbangun sebagai modal utama dalam mewujudkan Indonesia yang damai, aman, dan bebas dari paham radikalisme maupun terorisme. “Kami berharap semangat kebersamaan yang terbangun hari ini dapat terus dirawat dan diwariskan kepada generasi mendatang demi Indonesia yang harmonis, damai, dan tetap bersatu dalam keberagaman,” tutupnya,” ujarnya.

Kasatkorwil Banser DKI Jakarta, H. Adin My Widayanto (Ndan Tomy), menyatakan dukungan penuh terhadap Gerakan Penghijauan Lintas Iman yang dinilainya sebagai langkah nyata dalam memperkuat kerukunan antarumat beragama sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Menurutnya, kegiatan yang mengusung tema “Hijau Kerukunan” memiliki makna yang sangat relevan karena tidak hanya mengajak masyarakat menanam pohon, tetapi juga menanam semangat persatuan dan kebersamaan di tengah keberagaman. “Banser sangat mengapresiasi dan mendukung Gerakan Penghijauan Lintas Iman. Ini bukan sekadar kegiatan menanam pohon, tetapi juga upaya menumbuhkan kesejukan, memperkuat persaudaraan, dan menunjukkan bahwa lintas agama dapat berjalan bersama untuk kepentingan bangsa dan lingkungan,” ujarnya.

Adin mengatakan, warna hijau yang identik dengan penghijauan juga mencerminkan harapan akan kehidupan yang sejuk, damai, dan harmonis. Karena itu, ia berharap gerakan serupa dapat terus dikembangkan dan menjadi contoh kolaborasi positif di berbagai wilayah. Ia menegaskan, Banser DKI Jakarta siap berpartisipasi dalam berbagai kegiatan lintas agama yang bertujuan memperkuat persatuan masyarakat dan menjaga keberagaman di Ibu Kota. “Kami siap bersinergi, mendukung, dan berkolaborasi dalam berbagai kegiatan lintas agama, baik di tingkat kelurahan, kota administrasi, maupun Provinsi DKI Jakarta. Kami berharap Banser terus dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan yang membawa manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Ketua Panitia Gerakan Penghijauan Lintas Iman, Yohanes Rudy, mengatakan kegiatan tersebut lahir dari semangat kolaborasi berbagai elemen masyarakat untuk memperkuat kerukunan antarumat beragama melalui aksi nyata pelestarian lingkungan. Ia mengapresiasi dukungan para tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, pemerintah daerah dan masyarakat yang telah menyukseskan kegiatan di Kampung Kerukunan Bojong Indah. Menurutnya, gagasan penghijauan lintas iman berawal dari diskusi bersama Komandan Subhan dari Banser sekitar tiga tahun lalu dan kemudian berkembang menjadi gerakan yang memadukan penguatan persaudaraan dengan kepedulian terhadap lingkungan.

Yohanes mengaku memiliki kedekatan dengan Nahdlatul Ulama (NU) dan Banser sejak 2016. Ia menyebut nilai-nilai kemanusiaan, toleransi, dan persaudaraan yang diwariskan almarhum Abdurrahman Wahid menjadi inspirasi dalam berbagai kegiatan yang dijalankannya. “Saya banyak belajar dari nilai-nilai yang diajarkan Gus Dur tentang kemanusiaan, toleransi, dan persaudaraan. Karena itu, dalam berbagai kegiatan sejak 2016, kami selalu berkolaborasi dengan NU dan Banser sebagai mitra dalam menjaga kerukunan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, Komunitas Lintas Agama Penguat Keragaman Masyarakat Nusantara berkomitmen menghadirkan kegiatan sosial yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Yohanes berharap Gerakan Penghijauan Lintas Iman dapat diperluas ke berbagai wilayah di Jakarta. Pada kegiatan tersebut, panitia juga menerima bantuan 200 bibit pohon dari para donatur, dengan 150 bibit ditanam di Kampung Kerukunan Bojong Indah dan 50 bibit diserahkan secara simbolis kepada pengelola Kampung Kerukunan sebagai komitmen untuk melanjutkan program penghijauan secara berkelanjutan.

Mewakili Chairman PT Kahaptex, Rudianto Lim, Deddy menyampaikan dukungan perusahaan terhadap Gerakan Penghijauan Lintas Iman sebagai bagian dari komitmen dunia usaha dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Menurutnya, gerakan tersebut sejalan dengan program penghijauan yang tengah dijalankan PT Kahaptex di berbagai wilayah DKI Jakarta.

Deddy menjelaskan, PT Kahaptex telah meningkatkan target program penanaman pohon dari semula satu juta pohon menjadi lima juta pohon sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap pelestarian lingkungan. Ia menilai penghijauan merupakan langkah penting untuk mengatasi dampak perubahan iklim dan meningkatnya suhu udara akibat berkurangnya ruang hijau. “Saat ini kita semua merasakan suhu udara semakin panas. Salah satu penyebabnya adalah semakin berkurangnya pepohonan akibat alih fungsi lahan. Karena itu, penghijauan harus menjadi gerakan bersama,” ujarnya.

Ia menambahkan, melalui program CSR, PT Kahaptex siap berkolaborasi dengan pemerintah, organisasi kemasyarakatan, maupun komunitas yang membutuhkan dukungan bibit pohon untuk kegiatan penghijauan. Sebagai bentuk komitmen tersebut, PT Kahaptex menyerahkan bantuan bibit pohon secara simbolis kepada panitia Gerakan Penghijauan Lintas Iman. Bantuan itu diharapkan dapat memperluas ruang terbuka hijau sekaligus memperkuat sinergi antara dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan di Jakarta.

Usai rangkaian sambutan, acara dilanjutkan dengan penyerahan bibit pohon secara simbolis dari PT Kahaptex kepada Ketua Kampung Kerukunan Rawa Buaya, H. Effendi, dan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jakarta Barat, H. Saumun.

Penyerahan bibit tersebut menjadi simbol sinergi antara dunia usaha, tokoh masyarakat, dan tokoh lintas agama dalam mendukung upaya penghijauan sekaligus memperkuat semangat kerukunan di tengah keberagaman. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penanaman bibit pohon secara simbolis oleh para tamu undangan, tokoh lintas agama, unsur pemerintah, organisasi kemasyarakatan, serta masyarakat di kawasan Kampung Kerukunan Rawa Buaya.

Aksi penanaman pohon tersebut menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mempererat persaudaraan dan kerukunan di tengah keberagaman masyarakat. Usai penanaman pohon, seluruh peserta mengikuti sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan kolaborasi lintas iman. Kegiatan kemudian ditutup dengan ramah tamah dan makan bersama yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban, mencerminkan semangat persatuan, gotong royong, dan harmoni yang menjadi tujuan utama Gerakan Penghijauan Lintas Iman.@

Rel/fd/timEGINDO.com

Scroll to Top