Jakarta|EGINDO.co IPB University memperkuat inovasi di sektor perkebunan dengan menggandeng PT Dabeeo Artificial Intelligence Indonesia dalam pengembangan teknologi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan citra satelit beresolusi tinggi untuk mendukung pengelolaan tanaman kelapa sawit yang lebih efisien. Kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus mendorong efisiensi biaya di industri sawit nasional.
Melalui kerja sama tersebut, tim peneliti mengembangkan sistem yang dapat mengidentifikasi lebih dini gejala kekurangan unsur hara maupun potensi serangan penyakit pada tanaman kelapa sawit. Pemanfaatan AI yang dipadukan dengan data satelit diharapkan menghasilkan rekomendasi pemupukan dan perawatan tanaman yang lebih akurat dibandingkan metode konvensional.
Teknologi baru ini juga akan melengkapi sistem Precipalm, inovasi yang sebelumnya dikembangkan IPB University untuk membantu menentukan kebutuhan pemupukan berdasarkan analisis citra daun. Integrasi berbagai teknologi digital tersebut dinilai menjadi langkah penting dalam mendukung transformasi sektor perkebunan menuju pertanian presisi (precision agriculture).
Sebagai mitra teknologi, PT Dabeeo Artificial Intelligence Indonesia menyediakan dukungan berupa akses data citra satelit beresolusi tinggi serta pendanaan untuk kebutuhan akuisisi data selama proses penelitian. Dukungan tersebut diharapkan mempercepat pengembangan sistem yang mampu memantau kondisi tanaman secara lebih komprehensif, termasuk perubahan vegetasi dan tingkat kesehatan kebun.
Langkah kolaboratif ini sejalan dengan tren digitalisasi di sektor pertanian dan perkebunan yang terus berkembang. Sejumlah laporan World Economic Forum (WEF) menyebutkan bahwa pemanfaatan AI dan teknologi penginderaan jauh berpotensi meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk, menekan biaya operasional, serta memperkuat ketahanan produksi pangan dan komoditas perkebunan. Sementara itu, FAO juga mendorong pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung praktik pertanian yang lebih berkelanjutan dan produktif.
Dengan Indonesia sebagai salah satu produsen minyak sawit terbesar di dunia, pengembangan teknologi berbasis AI dan satelit diharapkan dapat memperkuat daya saing industri sawit nasional melalui peningkatan produktivitas, efisiensi pengelolaan kebun, serta pengambilan keputusan yang lebih cepat dan berbasis data. (Sn)