KNIU: Klaim Perihal Batik Tak Perlu Ditanggapi Reaktif

ilustrasi
ilustrasi

Jakarta | EGINDO.com           – Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU) Itje Chodidjah mengemukakan bahwa klaim perihal batik yang disampaikan oleh Miss World Malaysia 2021 Lavanya Sivaji tidak perlu ditanggapi secara reaktif.

“Tidak perlu kita memberikan tanggapan reaktif yang tidak berguna. Tunjukkan saja kita itu di negeri ini menghargai adanya warisan budaya yang sudah ada sejak turun-menurun dan kita memiliki sejarah yang cukup komprehensif tentang batik,” kata Itje saat dihubungi dari Jakarta, Jumat.

Itje mengatakan bahwa bangsa Indonesia tidak bisa melarang bangsa lain untuk sama-sama memiliki kain batik, karena warisan budaya itu sejak zaman dahulu telah tersebar ke berbagai negara lewat kegiatan perdagangan.

Kegiatan perdagangan membuat kain batik tersebar dan kemudian menjadi bagian dari komunitas-komunitas lokal di jalur perdagangan antar-negara.

Itje menekankan bahwa UNESCO mengakui kain batik sebagai bagian dari warisan budaya tak benda sejak tahun 2009 dan pengakuan itu membuktikan bahwa kain batik berasal dari Indonesia.

“Mau apalagi? Pengakuan apalagi yang dibutuhkan? Karena lembaga dunia yang mengakui apa (budaya yang termasuk dalam) heritage atau warisan-warisan budaya itu UNESCO,” katanya.

Menurut Itje, saat ini hal yang lebih penting untuk dilakukan oleh bangsa Indonesia adalah menjaga warisan budaya tersebut agar tetap lestari.

Batik akan lestari kalau para perajin tetap memproduksinya dengan mempertahankan motif dan warna budaya yang menggambarkan Indonesia serta masyarakat tetap mengenakannya.

“Jadi tidak hanya perkara sudah praktiknya di lapangan, tetapi bagaimana kita menjaga pengusaha- pengusaha batik tradisional yang tetap mempertahankan motif-motif, warna-warna budaya kita aslinya. Itu yang harus dipertahankan,” kata dia.​​​​​​​

Itje mengajak seluruh anggota masyarakat untuk meningkatkan penggunaan kain batik agar warisan budaya itu bisa terus lestari.

Baca Juga :  Tawaran Keppel Untuk Singapore Press Menjadi US$2,8 Miliar

“Mari kita terus galakkan, mari kita kenakan batik agar warisan budaya yang sudah turun temurun ini tidak akan lekang dimakan zaman,” demikian Itje Chodidjah.

Sumber: Antaranews/Sn

Bagikan :