Klaster Virus Corona Muncul Di Pinggiran Kota Sydney

Opera House - Sydney
Opera House - Sydney

Melbourne, | EGINDO.co  – Sekelompok kasus baru COVID-19 telah muncul di Negara Bagian New South Wales Australia, kata pejabat kesehatan pada  Minggu (17/1), tepat ketika negara itu mencatat hampir tidak ada lagi penularan komunitas. Otoritas kesehatan masih menyelidiki kasus misteri  pada seorang pria yang dites positif pada  Jumat di pinggiran barat Sydney, Berala. Keenam kasus yang didapat secara lokal yang terdaftar pada  Minggu adalah kontak dekat pria itu.

Australia, yang telah mengelola virus corona lebih baik daripada banyak negara lain melalui penguncian yang ditargetkan dan tingkat pengujian serta pelacakan kontak yang tinggi, pekan lalu mencatat satu hari nol kasus yang didapat secara lokal. Hal itu meningkatkan harapan bahwa wabah di tiga negara bagian selama liburan musim panas telah berhasil dikontrol.

Wabah terbaru menunjukkan betapa mudahnya virus dapat menyebar, pemimpin negara bagian New South Wales Gladys Berejiklian mengatakan kepada wartawan di Sydney saat dia meminta lebih banyak orang untuk mau dites COVID-19. Australia memiliki kebijakan ketat yaitu karantina hotel untuk pelancong internasional yang kembali selama dua minggu.

Negara itu telah memperketat prosedur sejak virus menyebar ke masyarakat dari seorang pekerja keamanan hotel Mei lalu, memicu gelombang kedua dan penguncian selama empat bulan di kota terbesar kedua di Melbourne. Pada Jumat, tiga orang dalam dua penerbangan sewaan dinyatakan positif setibanya di Melbourne, yang akan menjadi tuan rumah turnamen tenis Australia Terbuka bulan depan.

Di antara orang-orang yang ditempatkan di karantina hotel ada 47 pemain, yang dilarang meninggalkan kamar mereka untuk berlatih. Direktur turnamen Australia Terbuka Craig Tiley pada Minggu mengonfirmasi bahwa Grand Slam pertama tahun ini akan berlangsung mulai 8 Februari meskipun ada kemarahan dari beberapa pemain atas aturan karantina. Infeksi baru Australia naik menjadi 18, di mana 12 kasus melibatkan pelancong yang kembali, kata pejabat kesehatan, sehingga total negara itu menjadi lebih dari 28.700 kasus dan 909 [email protected]

rtr/ant/TimEGINDO.co