Kini 100% Pasok Kayu Pulp and Paper APP Patuhi Skema PEFC

Pemasok Kayu Pulp APP
Pemasok Kayu Pulp APP

Palembang | EGINDO.co – Kini 100 persen pemasok kayu pulp Asia Pulp and Paper (APP) di Indonesia mematuhi skema PEFC, sementara 94 persen wilayah konsesi pemasok APP telah menerima sertifikasi Pengelolaan Hutan Berkelanjutan (SFM) PEFC. Sisa 6 persen konsesi pemasok APP dikategorikan sebagai Sumber Terkendali berdasarkan skema PHPL-VLK yang diwajibkan oleh Pemerintah Indonesia. Namun, APP tetap teguh dalam komitmennya untuk terus menyelaraskan operasi bisnisnya dengan standar PEFC.

Hal itu disampaikan Elim Sritaba, Chief Sustainability Officer APP Group saat kunjungan anggota dewan dari Program Pengesahan Sertifikasi Hutan (PEFC) ke area konsesi dan produksi APP belum lama ini untuk melihat dengan jelas aktivitas yang terjadi di lapangan.

Elim Sritaba, Chief Sustainability Officer APP Group, menegaskan komitmen teguh perusahaan terhadap prinsip-prinsip PEFC, “Kami bertekad untuk memastikan bahwa praktik kami tetap selaras dengan prinsip dan standar ketat yang dijunjung oleh PEFC. Saya sangat bersyukur bahwa Dewan Anggota mereka mengambil tindakan meluangkan waktu untuk menghadiri perjalanan ini dan mendapatkan wawasan langsung tentang bagaimana keberlanjutan diwujudkan dalam operasi APP sehari-hari,” katanya menjelaskan.

Baca Juga :  Memaksimalkan Jalur Busway Untuk Peningkatan Angkutan Umum

Kunjungan anggota dewan dari PEFC menandai kunjungan pertama anggota dewan PEFC ke Grup Asia Pulp and Paper (APP) membuka pintunya bagi Anggota Dewan dari Program Pengesahan Sertifikasi Hutan (PEFC) untuk melakukan perjalanan yang lebih kaya ke jantung konsesi APP.

Adapun tujuan dari kunjungan anggota dewan dari PEFC pertama untuk mendapatkan wawasan lebih dalam mengenai dedikasi APP terhadap tanggungjawab sosial dan keterlibatan masyarakat. Kedua untuk menyaksikan secara langsung serangkaian inisiatif keberlanjutan yang selaras dengan standar PEFC.

Perjalanan anggota dewan dari PEFC dimulai ditengah rimbunnya perkebunan, dimana deretan pepohonan berdiri sebagai bukti dedikasi APP terhadap pengelolaan hutan lestari. Anggota Dewan menjelajahi arboretum konservasi, sebuah suaka bagi gajah di dalam wilayah konsesi APP, yang menunjukkan upaya APP dalam perlindungan satwa liar.

Baca Juga :  APP Sinarmas Dan SiDU Sambut Hari Literasi Internasional

Tidak itu saja akan tetapi juga kepada masyarakat sekitar dimana melihat perkembangan masyarakat, melihat kelompok masyarakat petani yang mendapat manfaat dari program pengembangan masyarakat APP yakni program Desa Makmur Peduli Api (DMPA). Anggota dewan dari PEFC menyaksikan secara langsung dampak nyata dari inisiatif APP yang menekankan pada pencegahan kebakaran, kesejahteraan masyarakat, dan penghidupan berkelanjutan sebuah pendekatan holistik yang melambangkan komitmen APP terhadap pengaruh sosial yang positif.

Anggota dewan dari PEFC berinteraksi dengan komunitas lokal yang berinisiatif menciptakan etos kerja keberlanjutan. Memiliki inisiatif pencegahan kebakaran secara nyata bukan hanya sekedar program akan tetapi masyarakat sekitar menjadi pelaku disebabkan merupakan mata pencaharian masyarakat sekitar yang mana bergantung pada keseimbangan antara alam dan aktivitas manusia.

Baca Juga :  AS Akan Pertimbangkan Tarif Impor Solar Asia Tenggara

Perilaku masyarakat sekitar berubah untuk menjaga dan melestarikan hutan dalam bercocoktanam dimana sebelumnya menggunakan metode tebang dan bakar untuk membuka lahan keperluan pertanian, kini telah menggunakan metode pembukaan lahan yang aman dengan bantuan APP dengan tetap menjaga lahannya aman dan subur.

Diakui Michael Berger, Sekretaris Jenderal PEFC ketika berkunjung bahwa apa yang disaksikan sangat menarik melihat bagaimana kerja sama antara perusahaan besar dan masyarakat berupaya meningkatkan penghidupan guna menghasilkan tanggungjawab dan kemandirian, pendapatan dan penghidupan berkelanjutan.@

Rel/fd/timEGINDO.co

 

Bagikan :