Batam|EGINDO.co Kinerja sektor kepelabuhanan di Batam menunjukkan tren positif pada awal tahun ini. BP Batam melaporkan lonjakan aktivitas logistik dan mobilitas penumpang sepanjang kuartal I/2026, seiring meningkatnya peran Batam sebagai simpul konektivitas kawasan.
Berdasarkan data resmi, volume bongkar muat peti kemas tercatat mencapai 187.000 TEUs, atau tumbuh sekitar 12% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut didorong oleh optimalisasi operasional di sejumlah fasilitas utama, terutama Terminal Peti Kemas Batu Ampar dan Terminal Curah Cair Kabil yang menjadi tulang punggung distribusi logistik di wilayah tersebut.
Tak hanya sektor barang, pergerakan penumpang juga mengalami akselerasi. Jumlah pengguna jasa di terminal ferry domestik maupun internasional menembus 2,50 juta orang, atau meningkat 15% secara tahunan. Lonjakan ini mencerminkan pulihnya mobilitas masyarakat sekaligus meningkatnya aktivitas ekonomi lintas wilayah.
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menilai capaian tersebut sebagai indikasi kuatnya kepercayaan pelaku usaha terhadap kesiapan infrastruktur di Batam. Ia menegaskan bahwa posisi Batam kian strategis sebagai pusat distribusi regional.
Menurutnya, penguatan ekosistem kepelabuhanan menjadi prioritas untuk menjaga momentum pertumbuhan. Upaya tersebut mencakup integrasi layanan berbasis digital, peningkatan efisiensi operasional, serta penyesuaian regulasi guna menciptakan iklim usaha yang lebih kompetitif.
“Pertumbuhan sektor logistik ini menegaskan bahwa Batam semakin dipercaya sebagai hub konektivitas regional. Ke depan, kami akan terus memperkuat integrasi layanan kepelabuhanan untuk mendukung arus barang, investasi, dan mobilitas secara berkelanjutan,” ujarnya.
Dengan kinerja yang solid di awal tahun, Batam dinilai memiliki peluang besar untuk memperluas perannya dalam rantai pasok regional, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan efisiensi logistik dan konektivitas antarnegara di kawasan Asia Tenggara. (Sn)