Kim Menyuratin Putin, Harapkan Kemenangan Atas Imperialis

Kim Jong Un dengan VladimirPutin
Kim Jong Un dengan VladimirPutin

Seoul | EGINDO.co – Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un bertukar surat dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Kamis (12 Oktober), bersumpah untuk memajukan hubungan mereka dan mendoakan kemenangan atas apa yang disebutnya hegemoni dan tekanan dari kaum imperialis, kata media pemerintah Pyongyang, KCNA.

Surat-surat tersebut menandai peringatan 75 tahun hubungan bilateral dan terjadi sekitar sebulan setelah kunjungan langka Kim ke Rusia di mana ia dan Putin membahas kerja sama militer, termasuk program satelit Korea Utara, dan perang di Ukraina.

Dalam suratnya, Kim mengatakan dia sangat puas dengan diskusi mereka yang “terus terang dan komprehensif” selama kunjungan tersebut. Dia berjanji untuk lebih mengembangkan hubungan ke tingkat yang baru dan mendoakan semoga Putin beruntung dalam melawan tekanan Barat terhadap Ukraina.

Baca Juga :  Kim Jong Un, Korut Bertujuan Miliki Nuklir Terkuat Di Dunia

“Saya berharap rakyat Rusia yang bertekad membangun bangsa yang kuat, selalu meraih kemenangan dan kejayaan dalam perjuangannya menjaga kedaulatan, martabat, keamanan dan perdamaian negara dengan cara menghancurkan kebijakan hegemoni imperialis yang gigih dan anti- Skema Rusia untuk mengisolasi dan membendungnya,” kata Kim.

Putin, dalam pesannya kepada Kim, mengatakan pertemuan mereka baru-baru ini merupakan bukti berkembangnya hubungan.

“Saya yakin bahwa penerapan perjanjian ini akan berkontribusi pada perluasan lebih lanjut kerja sama bilateral yang konstruktif guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat kedua negara dan menjamin keamanan dan stabilitas di semenanjung Korea dan Asia Timur Laut secara keseluruhan,” katanya. .

Kunjungan Kim telah memicu kekhawatiran AS bahwa kebangkitan poros Moskow-Pyongyang dapat memperkuat militer Rusia di Ukraina dan memberi Kim teknologi rudal yang dilarang berdasarkan resolusi PBB.

Baca Juga :  UEFA Pindahkan Final Liga Champions Dari Rusia

Washington menuduh Korea Utara menyediakan senjata ke Rusia untuk perangnya di Ukraina, termasuk peluru artileri, roket, dan rudal.

Pyongyang dan Moskow membantah adanya transaksi senjata tetapi berjanji untuk memperdalam kerja sama pertahanan.

Sumber : CNA/SL

Bagikan :