Keyakinan Konsumen Tetap Optimistis Meski Indeks Menurun pada Juni 2026

Ilustrasi
Ilustrasi

Jakarta|EGINDO.co Bank Indonesia (BI) melaporkan tingkat keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi nasional masih berada pada level optimistis meskipun mengalami penurunan pada Juni 2026. Hal itu tercermin dalam hasil Survei Konsumen yang diumumkan BI.

Dalam laporan tersebut, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) tercatat sebesar 117,8, turun 3,1 poin dibandingkan posisi 120,9 pada Mei 2026. Meski mengalami penurunan, angka tersebut masih berada di atas level 100 yang menjadi batas optimisme, sehingga menunjukkan mayoritas masyarakat masih memiliki kepercayaan terhadap kondisi ekonomi nasional.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, mengatakan Rabu (8/7/2026) bahwa keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi tetap terjaga, meskipun terjadi perlambatan pada penilaian terhadap kondisi ekonomi saat ini maupun ekspektasi ekonomi ke depan.

Berdasarkan kelompok pengeluaran, penurunan IKK terjadi pada hampir seluruh kategori rumah tangga. Peningkatan optimisme hanya tercatat pada kelompok masyarakat dengan pengeluaran Rp2,1 juta hingga Rp3 juta per bulan. Sementara itu, berdasarkan kelompok usia, kenaikan keyakinan hanya dialami responden berusia 51–60 tahun, sedangkan kelompok usia lainnya mengalami penurunan.

Secara wilayah, penurunan keyakinan konsumen paling besar terjadi di Makassar, Banten, dan Medan. BI juga mencatat penurunan pada Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) serta Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE), yang menjadi faktor utama melemahnya IKK pada Juni 2026.

Di sisi lain, survei menunjukkan proporsi pendapatan masyarakat yang digunakan untuk konsumsi meningkat, sedangkan alokasi untuk tabungan dan pembayaran cicilan atau utang mengalami sedikit penurunan. Kondisi tersebut mengindikasikan masyarakat masih mempertahankan aktivitas belanja, namun ruang untuk menyisihkan pendapatan semakin terbatas.

Sejumlah media ekonomi turut menyoroti perkembangan tersebut. Bisnis Indonesia menilai penurunan IKK mencerminkan sikap masyarakat yang mulai lebih berhati-hati dalam membelanjakan uang di tengah dinamika ekonomi. Sementara itu, Kontan menilai level IKK yang masih berada di atas angka 100 menunjukkan optimisme konsumen terhadap prospek ekonomi Indonesia tetap terjaga, meski terdapat tekanan pada daya beli di beberapa kelompok masyarakat. (Sn)

Scroll to Top