Ketum Hikma Fanshuri: Barus Bangkit Dengan Enam Elemen

Ketum Hikma Fanshuri Barus Dr. Ir. Askif Pasaribu memberi sambutan
Ketum Hikma Fanshuri Barus Dr. Ir. Askif Pasaribu memberi sambutan

Jakarta | EGINDO.co – Barus Bangkit dengan enam elemen penting yang harus ada, pertama memperkuat sektor sumber daya manusia melalui pendidikan yang harus mencapai pendidikan tinggi yang berkualitas. Kedua, pendidikan Islam yakni pesantren, rumah tahfidz harus bisa mencetak ulama-ulama dan imam yang pernah Barus miliki sebelumnya. Ketiga peningkatan kesejahteran ekonomi dan sosial. Keempat mengoptimalkan potensi Pariwisata yang mana orang harus siap sebagai tuan rumah yang profesioanl dalam menerima para wistawan. Kelima menjaga kelestarian histori sejarah dan peradaban Islam yang ada di Barus seperti makam auliya 44 dan keenam pelestarian artefak-artefak situs bersejarah di Barus.

Hal itu disampaikan Ketua Umum Hikma Fanshuri Barus Dr. Ir. Askif Pasaribu, MP pada acara Halal bihalal Idul Fitri 1444 H (21/5/2023) yang dikemas dengan nuansa “Gebyar Barus Bangkit” di gedung D Kementrian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI), Jakarta Selatan.

Askif Pasaribu mengajak seluruh masyarakat Barus untuk bersatu dalam memberhasilkan Barus Bangkit. “Mari putra putri Barus dan seluruh element masyarakat dengan bersama-sama berkolaborasi membangun Barus dengan slogan kito sadonyo dan menghilangkan sebutan Kami, Munak, atau Sidak,” kata Askif Pasaribu menegaskan.

Baca Juga :  GM Cari Persetujuan AS Untuk Bangun Kendaraan Self-Driving
Askif Pasaribu menyerahkan kuliner khas Barus pada Dra. Yulia, MT

Diharapkannya, masyarakat Barus yang ada dirantau untuk dapat mewujudkan Barus Bangkit. Untuk itu kata Askif Pasaribu Hikma Fanshuri Barus dalam waktu dekat akan berkolaborasi dengan seluruh stakeholders mengadakan acara Urun Rembuk Barus Bangkit dan akan meluncurkan buku Kompilasi Makam Auliya 44 di Barus.

Hadir Direktur Hubungan Antar Lembaga Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dra. Yulia M.T mengapresiasi apa yang telah dilakukan Hikma Fanshuri Barus terutama dalam hal tentang mengoptimalkan potensi wisata di Barus dan Tapanuli Tengah yang secara umum meliputi wisata religi, wisata bahari dan wisata sejarah.

Ditegaskan Dra. Yulia M.T bahwa optimalisasi potensi wisata bukan hanya tentang meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, akan tetapi juga membangun ekonomi lokal yang berkelanjutan, melestarikan warisan budaya dan alam serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

Baca Juga :  AS Targetkan Jaringan Penghindaran Sanksi Yang Dukung Rusia

Arif Rahmansyah Marbun, SE tokoh muda asal kota tua Barus melihat pentingnya peran Barus dari nilai histori peradaban Islam baik skala nasional, regional dan global yang dibuktikan dengan datangnya kepala negara Presiden dan Wakil Presiden ke suatu daerah yang disebut Barus.

Kata Arif Rahmansyah Marbun yang juga Stafsus Wapres RI, Ketua PB NU dan Ketum JBMI bahwa hal itu jarang-jarang terjadi untuk daerah lain. Dipertegasnya dengan kehadiran Presiden dan Wakil Presiden ke Barus menjadi semangat Kemenparekraf untuk mengambil estafet menjadikan Barus menjadi salah satu destinasi wisata penting di Indonesia.

Ditambahkannya, untuk menjadi salah satu destinasi wisata penting di Indonesia tentunya dengan melengkapi infrastruktur dan fasilitas wisata dengan berkerjasama pemerintah setempat dan masyarakatnya.

Halal bihalal Idul Fitri 1444 H yang dikemas dengan nuansa “Gebyar Barus Bangkit” diadakan acara pameran tentang eksplorer peninggalan sejarah di Barus, pameran foto peradaban Islam pertama di Nusantara, makam aulia 44, artefak bersejarah, pameran Sekolah Tinggi Agama Islam Barus (STAIB) dan bazar kuliner khas Barus.

Baca Juga :  Kiamat? Matahari Tak Bersinar Lagi Di Bumi, Kapan?

Guru Besar UIN Jakarta, Prof. Dr. Rusmin Tumanggor menjelaskan kepada para undangan tentang foto yang berisikan artefak dari beberapa situs di Barus, serta makam-makam bersejarah auliya 44.

Sedangkan Prof. Dr. Yunan menyampaikan misi dan visi serta program studi yang ada di Sekolah Tinggi Agama Islam Barus (STAIB) yang diinisiasi oleh Dr. Ir. Akbar Tanjung dengan putrinya Fitri Krisnawati Tanjung sebagai ketua Yayasan Matauli.

Sementara itu Ketua Panitia Halal bihalal, Dedi Ifran Pasaribu, SE. MM melaporkan Halal bihalal Hikma Fanshuri Barus merupakan ajang silaturahmi menjalin tali persaudaraan, dimana terlihat tingginya antusiasme para perantau Barus serta perantau Tapanuli Tengah lainnya di Jabodetabek yang dihadiri lebih kurang 700 orang.

Acara diakhiri dengan tausiyah dan do’a oleh Rektor Universitas Alwashliyah Medan Prof. Dr. M. Jamil dan dilanjutkan ramah tamah dan makan siang bersama.@

Bs/rel/timEGINDO.co

Bagikan :