Medan | EGINDO.com – Perayaan Imlek tahun 2026 Perayaan atau Imlek 2577 di kota Medan Provinsi Sumatera Utara menjadi istimewa.
“Kami hadirkan suasana yang istimewa karena dilaksanakan bertepatan dengan bulan suci Ramadan. Momentum ini menjadi simbol kuat harmoni dan toleransi di Kota Medan sebagai kota multietnis dan multiagama yang hidup rukun dalam keberagaman,” kata Ketua Dewan Pimpinan Daerah Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Kota Medan Arman Chandra menjawab pertanyaan EGINDO.com pada Jum’at (13/2/2026) di Medan.
Dijelaskannya, dalam suasana penuh khidmat, rangkaian kegiatan Harmoni Imlek tetap dilaksanakan dengan menyesuaikan waktu dan kondisi Ramadan, sebagai bentuk penghormatan kepada umat Muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa. Semangat saling menghargai dan menjaga kebersamaan menjadi nilai utama dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Saya menyampaikan bahwa pertemuan dua momentum besar ini justru memperkuat pesan persaudaraan dan cinta kasih. Imlek mengajarkan nilai kebajikan, refleksi diri, dan memperbanyak perbuatan baik. Ramadan juga mengajarkan kesabaran, pengendalian diri, serta kepedulian sosial. Ketika keduanya bertemu, inilah wajah sejati Indonesia dan khususnya Kota Medan penuh toleransi dan saling menghormati,” kata Arman Chandra.
Arman mengatakan perlu diketahui bahwa banyak masyarakat etnis Tionghoa di Medan yang beragama Buddha turut menjaga suasana kondusif selama Ramadan, sebagai bentuk penghormatan kepada saudara-saudara Muslim. Begitu juga tionghoa muslim yang melakukan perayaan imlek tetapi tidak secara ritual keagamaan.
Sementara itu sebelumnya pada Kamis (12/2/2026), pengurus Walubi Kota Medan bertemu Walikota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas di Rumah Dinas Wali Kota Medan. Pertemuan tersebut membahas rencana perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili tahun 2026 yang akan digelar Pemerintah Kota Medan di kawasan Kesawan pada 21 Februari.
Dalam pertemuan itu, Rico Waas berpesan agar kegiatan dimulai setelah salat tarawih, mengingat pelaksanaan bertepatan dengan Ramadan. Kemudian Rico juga mengusulkan penataan konsep acara dengan pembagian zona antara kegiatan Imlek, Car Free Night, dan aktivitas Ramadan. Kata Walikota Medan setelah kegiatan berlangsung masyarakat dapat memanfaatkan kehadiran pelaku UMKM, termasuk untuk kebutuhan sahur. Selain itu, ia mengingatkan agar setiap penampilan tetap memperhatikan norma dan etika, termasuk terkait kostum dan jenis pertunjukan.@
Fd/bs/timEGINDO.com