Ketegangan Dagang dengan AS Picu Pembeli Kanada Boikot Barang AS

Pembeli Kanada Boikot Barang AS
Pembeli Kanada Boikot Barang AS

Windsor | EGINDO.co – Kanada siap kembali ke meja perundingan dengan Amerika Serikat; Perdana Menteri Mark Carney menegaskan pada hari Kamis (4 September) bahwa kesepakatan perdagangan baru apa pun harus memberikan stabilitas, kredibilitas, dan manfaat bagi kedua negara.

Ia menepis komentar anggota kabinet AS yang menyebutkan bahwa ia telah meninggalkan kesepakatan tersebut karena pertimbangan politik dalam negeri.

Carney mengisyaratkan adanya pelunakan sikap AS baru-baru ini terkait potensi kesepakatan perdagangan, yang dapat membuka jalan bagi pembicaraan lebih lanjut.

Kanada membalas pekan lalu dengan mengumumkan tarif balasan atas impor tahunan dari AS senilai sekitar US$20 miliar mulai hari Selasa, menyamai tarif yang diterapkan AS terhadap produk-produk Kanada.

Sementara itu, perang dagang antara kedua belah pihak memicu semangat patriotisme di Kanada dan mengubah sikap masyarakat terhadap negara tetangga terdekat mereka.

Patriotisme Meningkat Di Tengah Perang Dagang

Perang kata-kata terkait perdagangan kini berdampak pada warga Kanada maupun Amerika.

“Sungguh mengecewakan melihat hal ini,” ujar seorang warga Kanada. “Kanada dan AS adalah sahabat karib dan telah bekerja sama dalam waktu yang sangat lama.”

Seorang warga Amerika berkata: “Tidak ada kata-kata yang cukup untuk menggambarkan kemarahan saya terhadap pemimpin kita yang telah menyebabkan penderitaan yang tidak perlu di kedua negara kita.”

Warga Kanada merespons situasi ini dengan gelombang patriotisme baru.

“(Presiden AS) Donald Trump memiliki karakteristik unik karena ia telah membangkitkan opini publik Kanada, memicu semangat patriotisme yang kuat di seluruh penjuru negeri,” kata mantan diplomat Kanada Colin Robertson, seorang rekan peneliti di Canadian Global Affairs Institute.

“Warga Kanada yang sebelumnya tidak terlalu gemar mengibarkan bendera kini mulai memasang bendera, sama seperti yang dilakukan warga Amerika setelah peristiwa 9/11,” tambahnya, merujuk pada serangan teroris 11 September di AS.

Pembeli Dukung Gerakan “Beli Produk Kanada”

Sikap perlawanan tersebut juga mendorong gerakan “Beli Produk Kanada” (Buy Canadian).

Sebagai contoh, di supermarket La Stella di kota Windsor, Kanada, para pelanggan semakin menunjukkan sikap patriotik dalam kebiasaan belanja mereka, kata karyawan toko Stacy Drouillard. Di sana, gambar daun maple menandai produk-produk buatan Kanada.

“Kami kini berupaya mencari sebanyak mungkin produk lokal atau buatan Kanada,” ujarnya. “(Beberapa pelanggan) mempertanyakan asal-usul produk dan menolak membeli barang yang berasal dari AS.” Para pengamat mengatakan bahwa hubungan bisa menjadi semakin tegang seiring dengan akan diberlakukannya tarif balasan Kanada pekan depan. Pertanyaannya kini adalah apakah dampak buruk yang ditimbulkan akan bertahan lebih lama daripada sengketa perdagangan itu sendiri.

Seorang warga Kanada bernama Chad Smith mengatakan bahwa ia selalu memeriksa label pada setiap barang yang ia pilih untuk memastikan tidak ada produk buatan Amerika.

“Bagaimana mungkin hal ini tidak dianggap sebagai masalah pribadi?” ujarnya. “Kami sudah bertahun-tahun menjadi sahabat mereka, dan perlakuan mereka terhadap kami ini rasanya kurang lebih seperti saat saudara sendiri memutuskan hubungan dengan Anda.”

Rasa tidak nyaman ini tidak hanya terasa saat mengantre di kasir, tetapi juga saat melintasi perbatasan menuju Amerika Serikat.

Pembeli lain asal Kanada, Sarah Boca, mengatakan: “Saya merasa suasananya tidak lagi seakrab dulu sejak ada (Trump). Saat saya berkunjung ke sana, rasanya pun sudah berbeda.”

Sumber : CNA/SL

Scroll to Top