Jakarta|EGINDO.co Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa persepsi global terhadap ketahanan ekonomi Indonesia menunjukkan perbaikan signifikan. Hal ini disampaikannya pada Kamis, 16 April 2026, menyusul rangkaian pertemuan dengan berbagai lembaga internasional di Washington DC, Amerika Serikat.
Dalam agenda tersebut, Purbaya bertemu dengan International Monetary Fund, World Bank, lembaga pemeringkat, serta sejumlah investor global. Ia menegaskan, Indonesia dinilai mampu menjaga keseimbangan antara percepatan pertumbuhan ekonomi dan disiplin dalam pengelolaan fiskal.
Paparan pemerintah terkait arah kebijakan ekonomi nasional disebut mendapat respons positif dari pelaku pasar, termasuk institusi investasi besar seperti Goldman Sachs dan Fidelity Investments. Kejelasan strategi tersebut dinilai meningkatkan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia.
Seiring dengan itu, pemerintah optimistis arus modal asing akan segera mengalir ke dalam negeri, baik melalui instrumen pendapatan tetap maupun pasar saham. Masuknya dana global ini diyakini dapat mendorong penguatan pasar modal Indonesia dalam waktu dekat.
Dari sisi global, IMF menilai fundamental ekonomi Indonesia tetap kokoh meskipun ketidakpastian ekonomi dunia masih berlangsung. Stabilitas ini tidak terlepas dari langkah antisipatif pemerintah dalam merespons berbagai tekanan eksternal, termasuk fluktuasi harga energi.
Di sisi lain, Bank Dunia bersama sejumlah lembaga pemeringkat internasional juga memberikan penilaian positif terhadap kebijakan makroekonomi Indonesia. Bahkan, peluang kerja sama lanjutan antara Indonesia dan Bank Dunia mulai dibuka.
Sejumlah media internasional seperti Bloomberg dan Reuters turut menyoroti ketahanan ekonomi Indonesia, terutama dalam menjaga stabilitas fiskal dan momentum pertumbuhan di tengah dinamika global.
Purbaya menegaskan, keraguan yang sebelumnya muncul terkait kemampuan Indonesia dalam mengelola kebijakan fiskal kini berangsur mereda. Pemerintah pun optimistis meningkatnya kepercayaan global akan menjadi pendorong tambahan bagi pertumbuhan ekonomi nasional ke depan. (Sn)