Kemenkeu Proyeksi PNBP Lelang Tembus Rp1 Triliun Akhir 2023

ilustrasi lelang
ilustrasi lelang

Jakarta|EGINDO.co Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menargetkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari lelang akan tembus pada angka Rp1 triliun pada akhir 2023.

Direktur Lelang Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kemenkeu Joko Prihanto menyampaikan proyeksi tersebut seiring dengan meningkatnya antusias masyarakat akan lelang yang dilakukan di laman lelang.go.id.

“Tahun ini target Rp750 miliar lebih besar dari tahun lalu Rp700 miliar. Mudah mudahan realisasi bisa Rp1 triliun,” ujarnya kepada awak media usai acara puncak 115 Tahun Lelang Indonesia di Gedung Dhanapala Kemenkeu, Selasa (18/7/2023).

Joko menambahkan bahwa realisasi PNBP sepanjang Januari-Juni atau pada semester I/2023 telah mencapai Rp470 miliar.

Sejak dibangunnya Aplikasi Lelang pada 2013, DJKN secara berkesinambungan terus melakukan penyermpurnaan. Pada 2018, Aplikasi Lelang dikembangkan dan berganti nama menjadi Portal Lelang Indonesia.

Baca Juga :  Pasokan Amunisi AS Berkurang,Perang Ukraina Kuras Persediaan

Fleksibilitas tempat pelaksanaan lelang yang dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas sehingga keikutsertaan peserta lelang juga semakin meningkat, merupakan salah satu dampak positif dari digitalisasi lelang.

Hal ini dapat dilihat dari peningkatan pengunjung Portal Lelang Indonesia, tercatat sejak 2016 hingga 2022 mengalami peningkatan lebih dari 400 persen.

Peningkatan keikutsertaan peserta lelang tersebut juga berdampak bagi peningkatan nilai transaksi lelang dan penerimaan negara.

DJKN juga mencatat sejak 2016 hingga 2022, jumlah pokok lelang naik dari sekitar Rp12 triliun meningkat hingga Rp35 triliun.

Sedangkan jumlah bea lelang yang Sri Mulyani Indrawati kantongi meningkat dari sekitar Rp270 miliar hingga menjadi lebih dari Rp800 miliar.

Baca Juga :  Taiwan Tutup Pasar, Sekolah Saat Topan Khanun Mendekat

Adapun, Direktur Jenderal Kekayaan Negara Rionald Silaban berharap, acara puncak 115 Tahun Lelang Indonesia ini dapat menjadi sarana edukasi, komunikasi, dan sosialisasi lelang kepada masyarakat.

“Selain itu, juga dapat menjadi sarana tempat bertemunya penjual dan pembeli, dan sarana pertemuan berbagai komunitas sehingga dapat lebih memasyarakatkan dan memperluas pasar lelang,” ujarnya.

Dalam acara tersebut, DJKN juga melangsungkan acara lelang sukarela secara langsung. Sebut saja beberapa mobil seperti Toyota Camry tahun 2019 yang terjual dengan harga Rp389 juta dari nilai awal Rp299 juta dan Toyota Alphard tahun 2018 yang dibuka dengan harga Rp599 juta dan terjual dengan harga Rp627,5 juta.

Selain itu DJKN juga melakukan lelang terhadap motor vespa, benda seni, dan produk UMKM.

Baca Juga :  Mengapa Ujian SIM C Harus Lewati Jalur Zig-Zag Angka 8?

Sumber: Bisnis.com/Sn

Bagikan :
Scroll to Top