Kemacetan Perlu Diurai Cepat, Butuh Sarana Mobilitas dan Deteksi

Pemerhati masalah transportasi dan hukum AKBP (P) Budiyanto,SH.SSOS.MH
Pemerhati masalah transportasi dan hukum AKBP (P) Budiyanto,SH.SSOS.MH

Jakarta|EGINDO.co Mantan Kasubdit Bin Gakkum Polda Metro Jaya AKBP (P) Budiyanto,SH.SSOS.MH mengatakan, Pergerakan masyarakat mudik lebaran Tahun 2024 akan mengalami peningkatan kurang lebih 56 % dibanding tahun lalu. Jumlah masyarakat yang mudik kurang lebih: 193,67 juta dengan menggunakan sarana transportasi sepeda motor, kendaraan R4 (mobil) atau moda transportasi umum. Sepeda motor akan mendominasi keramaian pergerakan di jalan, disusul kendaraan pribadi lainnya dan Angkutan umum.

Situasi arus lalu lintas menurut Budiyanto, akan bergerak secara dinamis sehingga diperlukan upaya pengaturan dengan baik. Salah dalam pengaturan atau merekayasa akan menimbulkan salah satu permasalahan lalu lintas, yakni: Kemacetan.

Ia katakan, Kemacetan yang timbul harus dengan segera diurai, karena apabila terlambat mengurai kemacetan akan bertambah dan menimbulkan permasalahan lalu lintas yang lain, pelanggaran atau bahkan kecelakaan. Perlu disiapkan sumber daya manusia yang cukup dan cekatan, sarana mobilitas dan alat deteksi untuk memantau dengan cepat kemacetan yang terjadi.

Baca Juga :  PM Petr Fiala, Minyak Kazakhstan Dapat Ganti Minyak Rusia

Pemerhati masalah transportasi dan hukum Budiyanto menjelaskan, Sarana mobilitas yang mampu bergerak dengan cepat dan lincah sampai tujuan adalah sepeda motor yang tentunya akan diawaki oleh SDM yang sudah dilatih dan memiliki ketrampilan.

Lanjutnya, Situasi lalu lintas yang dinamis juga dibutuhkan sarana deteksi yang mampu bekerja cepat dan tepat. Drone sebagai salah satu solusi untuk mendeteksi spot- spot kemacetan. Pendistribusian informasi perkembangan lalu lintas ke masyarakat dibutuhkan sarana media yang cepat dan efektif. Media yang cepat, efektif dan mumpuni antara lain Radio (Elshinta, Sonora, Tri Jaya dan lain-lain).

“RTMC: Regional Traffic Manajemen Center sebagai pusat komando, kendali, pusat komunikasi dan informasi perankan dengan baik. Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) yang dimiliki masing – masing Polda pada umumnya dilengkapi media yang relatif lengkap, antara lain: Peta situasi, Handy Talky, IG, Twiter, Facebook, SMS dan sebagainya,”ujarnya.

Baca Juga :  Airlangga: Ekonomi RI Masuk Top 5 di Antara Negara G20

Dikatakan Budiyanto, Optimalkan peran Regional Traffic Management Center (RTMC) akan mempercepat pelayanan kepada masyarakat yang berkaitan dengan kecepatan informasi. Secara real time RTMC dapat menyampaikan perkembangan situasi lalu lintas kepada masyarakat. Kecepatan informasi yang diterima oleh masyarakat akan memudahkan pelayanan kepada masyarakat juga.

Ungkapnya, misalnya ada kemacetan pada spot jalan tertentu, masyarakat dapat memilih jalan alternatif yang lain. Dalam waktu yang bersamaan Pemangku kepentingan yang bertanggung jawab di bidangnya mampu melakukan upaya mengurai kemacetan. Dengan kesiapan Sepeda dan Sumber Daya Manusianya segera dapat meluncur ketempat yang macet untuk dilakukan Pengaturan. Apalagi didukung sarana deteksi seperti drone. Petugas akan selalu dihadapkan pada situasi lalu lintas yang dinamis.

Baca Juga :  UE Mendukung Aturan Anti Pencucian Uang Kripto

“Dengan kesiapan sarana mobilitas sepeda motor, personil yang terampil dan cekatan dan sarana deteksi yang canggih, Insya Allah problem kemacetan selama liburan lebaran dapat ditangani dengan baik,”tandasnya.

Hal yang tidak kala pentingnya agar semua dapat berjalan sesuai rencana faktor Pengawasan hal yang penting tidak boleh menafikan (membantah). “Karena berdasarkan pengalaman secara empiris dalam manajemen operasional biasanya kelemahan pada bidang Pengawasan,”pungkasnya.

@Sadarudin

Bagikan :