Jakarta|EGINDO.co Nilai tukar rupiah berpotensi melanjutkan pelemahannya terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini. Pada penutupan Kamis (27/2), rupiah mengalami penurunan signifikan sebesar 0,45 persen atau 73,5 poin, sehingga berada di level Rp16.454 per dolar AS.
Analis Pasar Uang, Ariston Tjendra, mengungkapkan bahwa Indeks Dolar AS kembali menguat ke atas level 107 pada pagi ini. Kondisi ini mencerminkan meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap kebijakan kenaikan tarif impor yang kembali disuarakan oleh Donald Trump dalam pekan ini.
Selain itu, data Produk Domestik Bruto (PDB) AS yang dirilis pada Kamis malam menunjukkan adanya peningkatan inflasi. Indeks harga dalam laporan PDB kuartal IV-2024 tercatat naik menjadi 2,7 persen, lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya yang sebesar 1,9 persen.
“Kenaikan ini mengindikasikan adanya tekanan inflasi yang meningkat, yang dapat membuat The Federal Reserve (The Fed) menunda rencana pemangkasan suku bunga acuannya. Situasi ini turut mendorong penguatan dolar AS,” jelas Ariston, Jumat (28/2/2025).
Dengan kondisi tersebut, rupiah berisiko melanjutkan pelemahannya terhadap dolar AS hari ini. Potensi pelemahan berada di kisaran Rp16.480-Rp16.500 per dolar AS, sementara level support diperkirakan berada di sekitar Rp16.400 per dolar AS.
Sumber: rri.co.id/Sn