Seoul | EGINDO.co – Kedutaan Besar Iran pada Kamis (7 Mei) membantah bahwa angkatan bersenjatanya terlibat dalam ledakan yang menghantam kapal Korea Selatan di Selat Hormuz pekan ini.
Ledakan dan kebakaran terjadi di kapal kargo HMM Namu berbendera Panama yang membawa 24 awak, pada hari Senin.
Presiden AS Donald Trump kemudian mengklaim bahwa Iran telah “menembak” kapal tersebut dan mendesak Korea Selatan untuk bergabung dengan operasi Amerika yang bertujuan untuk memulihkan pelayaran normal melalui jalur air yang hampir tertutup tersebut.
Kedutaan Besar Teheran mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis bahwa mereka “dengan tegas menolak dan secara kategoris membantah setiap tuduhan mengenai keterlibatan angkatan bersenjata Republik Islam Iran dalam insiden yang menyebabkan kerusakan pada kapal Korea di Selat Hormuz”.
Sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada akhir Februari, Teheran “telah berulang kali menekankan bahwa Selat Hormuz merupakan bagian integral dari geografi pertahanannya”, kata kedutaan besar tersebut.
“Oleh karena itu, pelayaran aman melalui Selat Hormuz membutuhkan kepatuhan penuh terhadap peraturan yang berlaku,” katanya.
“Dalam keadaan seperti itu, setiap pengabaian terhadap persyaratan yang dinyatakan dan realitas operasional … dapat menyebabkan insiden yang tidak diinginkan.
“Tanggung jawab atas konsekuensi tersebut terletak pada pihak-pihak yang melanjutkan transit atau aktivitas di area tersebut tanpa memperhatikan pertimbangan ini.”
Korea Selatan mengatakan setelah pernyataan Trump bahwa mereka akan “meninjau kembali posisinya” mengenai bergabung dengan operasi AS untuk mengawal kapal di selat tersebut.
Namun, Penasihat Keamanan Nasional Wi Sung-lac mengatakan pada hari Rabu bahwa penangguhan program yang bernama “Proyek Kebebasan” tersebut telah membuat peninjauan kembali tidak diperlukan.
Sumber : CNA/SL