Kebakaran Kedua Terjadi Di Gerai Garmen Jakel Malaysia

Kebakaran kedua Gerai Garmen Jakel
Kebakaran kedua Gerai Garmen Jakel

Shah Alam | EGINDO.co – Kebakaran kedua terjadi di Wisma Jakel pada Selasa (3/1), setelah kebakaran menghancurkan toko berlantai lima pada Hari Tahun Baru.

Kebakaran terjadi di ruang penyimpanan gorden di lokasi toko. Direktur Departemen Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Selangor (JPBM) Norazam Khamis mengatakan departemen tersebut menerima panggilan darurat pada pukul 12.40 pagi.

Sebanyak 43 petugas pemadam kebakaran dikerahkan ke tempat kejadian dan api padam pada pukul 3.07 pagi. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dan pekerjaan perbaikan sedang berlangsung, katanya.

Jakel Group, pengecer garmen dan tekstil Malaysia yang populer, pada awalnya memperkirakan kerugian hampir RM100 juta (S$30 juta) setelah kebakaran terjadi pada hari Minggu. Butuh beberapa jam untuk memadamkan api.

Baca Juga :  Tesla Naikkan Harga Di AS Untuk Semua Model Mobil

Foto-foto insiden yang dibagikan oleh otoritas lokal serta pengguna media sosial menunjukkan api yang ganas serta asap yang mengepul dari pojok, dekat persimpangan lalu lintas yang ramai.

Direktur pelaksana kelompok tersebut, Mohamed Faroz Mohamed Jakel, mengatakan jumlah tersebut hanya melibatkan nilai gedung Shah Alam, dan kerugian sebenarnya belum ditentukan.

“Ini adalah kerugian besar bagi perusahaan tetapi kami menerimanya sebagai takdir kami,” katanya, seraya menambahkan bahwa omzet penjualan tahunan dari cabang Jakel Shah Alam sekitar RM300 juta.

Mohamed Faroz mengatakan perusahaan akan berusaha mencari lokasi sementara di sekitar Shah Alam segera untuk melanjutkan bisnisnya sebelum datangnya Ramadhan dan Hari Raya Puasa tahun ini.

Baca Juga :  AS Setuju Rencana Stasiun Pengisian EV Di 50 Negara Bagian

Kepala polisi distrik Shah Alam Mohd Iqbal Ibrahim mengatakan korsleting diyakini sebagai penyebab kebakaran dan tidak ada korban yang dilaporkan.

JBPM Selangor telah mengerahkan Unit Anjing Pelacak K9 ke lokasi untuk melakukan pekerjaan forensik dan menentukan penyebab insiden tersebut.
Sumber : CNA/SL

Bagikan :