Kebakaran Gedung Pertemuan Advent di Tebet, Kerugian Ditaksir Rp280 Juta

Ilustrasi
Ilustrasi

Jakarta|EGINDO.co Kebakaran terjadi di Gedung Pertemuan Advent yang berada di Jalan MT Haryono, kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Senin (10/8/2026) pagi. Insiden tersebut mengakibatkan kerusakan material dengan nilai kerugian sementara diperkirakan mencapai sekitar Rp280 juta.

Api dilaporkan muncul di lantai lima gedung. Petugas pemadam kebakaran kemudian bergerak cepat untuk mencegah kobaran api menjalar ke bagian bangunan lainnya.

Sebanyak 12 unit kendaraan pemadam dengan dukungan 48 personel dikerahkan ke lokasi. Upaya penanganan dilakukan melalui proses pelokalisiran, pemadaman, hingga pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi menimbulkan kebakaran lanjutan.

Dalam peristiwa tersebut, dua orang berhasil dievakuasi dari area gedung. Tidak terdapat laporan korban jiwa akibat kejadian itu.

Dari hasil informasi awal, sumber kebakaran sementara diduga berkaitan dengan gangguan pada instalasi kelistrikan. Kendati demikian, penyebab pasti masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwenang.

Dampak Ekonomi dan Kerusakan Aset

Selain menyangkut keselamatan penghuni, kebakaran pada bangunan bertingkat juga berpotensi menimbulkan dampak ekonomi karena kerusakan fasilitas, peralatan, serta terganggunya aktivitas operasional gedung.

Estimasi kerugian sekitar Rp280 juta menjadi gambaran awal mengenai dampak finansial dari insiden tersebut. Nilai kerugian tersebut masih dapat berubah setelah dilakukan pendataan terhadap seluruh aset dan fasilitas yang terdampak api maupun proses pemadaman.

Gedung Pertemuan Advent sendiri tercatat berada di Jalan MT Haryono, Blok A, Kavling 4-5, Tebet, Jakarta Selatan. Informasi resmi dari Gereja Advent Indonesia Barat menunjukkan bahwa sejumlah aktivitas perkantoran juga berada di dalam gedung tersebut, termasuk ruang kantor di lantai lima.

Peristiwa kebakaran bangunan akibat gangguan listrik bukan merupakan kejadian yang sepenuhnya baru di Jakarta. Sebelumnya, kebakaran sejumlah bangunan di wilayah Ibu Kota juga ditangani petugas pemadam dengan pengerahan armada dalam jumlah besar. ANTARA, misalnya, melaporkan kebakaran rumah kontrakan di Jakarta Timur yang diduga dipicu korsleting listrik dan melibatkan 12 unit armada pemadam.

Kejadian di Tebet kembali menyoroti pentingnya pemeriksaan instalasi listrik secara berkala, terutama pada gedung bertingkat yang memiliki banyak perangkat dan jaringan kelistrikan. Pemeriksaan tersebut menjadi salah satu langkah untuk mengurangi risiko kerusakan aset sekaligus menjaga keberlangsungan aktivitas ekonomi di dalam bangunan.

Hingga proses penanganan selesai, api berhasil dikendalikan dan tidak dilaporkan menimbulkan korban jiwa. Sementara itu, penyelidikan mengenai sumber pasti kebakaran serta pendataan kerugian masih menjadi bagian dari penanganan pascakejadian. (Sn)

Scroll to Top