Kawasan Terdampak Bencana di Tapteng Akan Dirancang Jadi Kota Baru

Kawasan terdampak bencana di Kabupaten Tapanuli Tengah
Kawasan terdampak bencana di Kabupaten Tapanuli Tengah

Medan | EGINDO.com – Kawasan terdampak bencana di Kabupaten Tapanuli tengah (Tapteng) akan dirancang menjadi kota baru. Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak meminta Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatra Utara menjadikan kawasan terdampak bencana sebagai momentum membangun wilayah baru yang tertata dan berkelanjutan.

Hal itu disampaikan Maruli kepada Bupati Tapteng Masinton Pasaribu usai meninjau pembangunan jembatan armco pada Jumat (9/1/2026) di Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

Maruli menegaskan peluang untuk membuat perencanaan yang baik. Jangan sampai uang sudah datang, tapi perencanaannya kurang matang, akhirnya berantakan. Sedangkan Jembatan armco tersebut menjadi akses vital yang menghubungkan Kelurahan Hutanabolon dengan Desa Sigiringgiring dan sejumlah desa lain yang hingga kini masih terisolasi pasca bencana banir dan longsor pada 25 November 2025 lalu.

Menurut Maruli, pembangunan jembatan armco di kawasan bencana bisa menjadi percontohan nasional, sehingga kejadian jembatan putus akibat bencana tidak terulang kembali. Kawasan bencana harus jadi percontohan, supaya ke depan tidak ada lagi jembatan yang putus.

Kata Kasad, TNI AD telah menyiapkan 50 unit jembatan armco dan jumlah tersebut masih berpeluang ditambah. Dimintanya Pemkab Tapteng segera melakukan pendataan menyeluruh terkait kebutuhan infrastruktur di kawasan terdampak bencana. Data dulu semua. Berapa jembatan yang perlu dibangun, air bersih berapa, rumah berapa. Kawasan ini harus dirancang jadi kota baru dan kota yang baik.

Ditekankannya pentingnya perencanaan terpadu, mulai dari perumahan rakyat, jembatan, air bersih, sekolah, rumah ibadah, hingga ruang publik, sebelum pemerintah pusat menggelontorkan anggaran. Setelah bencana, seluruh kampung harus punya air bersih. Semua dipetakan sejak awal. Presiden akan menggelontorkan dananya. Maruli menambahkan, berdasarkan data pemerintah daerah di Sumatra Utara, terdapat lebih dari 200 jembatan yang dibangun dan program tersebut akan terus berjalan hingga tuntas.

Hal itu sejalan dengan perintah Presiden Prabowo Subianto agar seluruh jembatan di Indonesia dapat diselesaikan. Selain jembatan armco, TNI AD juga menargetkan pembangunan sekitar 40 unit jembatan bailey serta puluhan jembatan gantung sebagai solusi sementara maupun permanen.

Bupati Tapteng Masinton Pasaribu menyambut baik arahan Kasad. Menurutnya Pemkab Tapteng telah menginstruksikan seluruh camat, lurah, dan kepala desa untuk melakukan pendataan menyeluruh di wilayah terdampak bencana.@

Bs/timEGINDO.com

Scroll to Top