Kalimatan Barat|EGINDO.co Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi perhatian di Kalimantan Barat (Kalbar). Munculnya titik panas dan indikasi kebakaran di sejumlah wilayah menunjukkan ancaman karhutla masih perlu diantisipasi secara serius.
Anggota Komisi VII DPR RI, Alifudin, mendorong pemerintah meningkatkan langkah penanganan, khususnya di daerah yang terdampak kebakaran cukup luas dan parah.
Menurutnya, pemerintah perlu mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia agar kebakaran dapat segera dikendalikan sekaligus mencegah meluasnya dampak terhadap masyarakat.
Alifudin menilai persoalan karhutla tidak cukup hanya ditangani ketika musim kemarau tiba. Ancaman asap yang muncul akibat kebakaran juga berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat serta kualitas lingkungan.
“Ancaman kabut asap tidak boleh lagi dianggap sebagai rutinitas musiman yang dimaklumi tanpa adanya solusi penanganan yang permanen dan mendasar,” ujar Alifudin kepada wartawan, Kamis (3/9/2026).
Ia meminta pemerintah memperkuat strategi pencegahan dan penanggulangan karhutla secara berkelanjutan. Upaya tersebut dinilai penting agar kejadian kebakaran tidak terus berulang dan menimbulkan kerugian bagi masyarakat maupun lingkungan.
Dengan masih tingginya potensi titik panas di sejumlah kawasan Kalbar, koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat, dan masyarakat dinilai menjadi salah satu kunci untuk mempercepat penanganan sekaligus menekan risiko karhutla. (Sn)