Jakarta|EGINDO.co Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengingatkan berbagai tantangan strategis yang berpotensi mengancam stabilitas nasional dan global dalam 10 tahun ke depan. Ancaman tersebut mencakup dampak cuaca ekstrem, eskalasi perang siber, hingga risiko sosial akibat perkembangan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Dalam Rilis Akhir Tahun (RAT) Polri yang digelar di Jakarta, Selasa (30/12/2025), Sigit mengungkapkan sedikitnya terdapat 10 risiko utama sebagaimana tercantum dalam Global Risk Report 2025 yang perlu diantisipasi sejak dini oleh seluruh pemangku kepentingan.
“Tantangan ke depan semakin kompleks dan multidimensi. Mulai dari cuaca ekstrem, hilangnya keanekaragaman hayati, perubahan sistem alam, hingga kelangkaan sumber daya alam,” ujar Sigit dalam keterangannya.
Selain ancaman lingkungan, Kapolri juga menyoroti meningkatnya risiko sosial dan keamanan akibat derasnya arus informasi digital. Fenomena misinformasi dan disinformasi dinilai dapat memicu polarisasi sosial dan memperlemah kohesi masyarakat apabila tidak dikelola dengan baik.
Lebih lanjut, Sigit menekankan bahwa perkembangan teknologi, khususnya AI, menghadirkan peluang sekaligus risiko. Dampak negatif dari pemanfaatan AI yang tidak terkendali berpotensi memicu ketimpangan, penyalahgunaan data, hingga ancaman keamanan siber lintas negara.
“Ancaman lain yang tidak kalah serius adalah spionase dan perang siber, serta meningkatnya polusi yang berdampak langsung pada kualitas hidup manusia,” jelasnya.
Menghadapi berbagai tantangan tersebut, Polri menegaskan komitmennya untuk terus beradaptasi melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi secara bertanggung jawab, serta peningkatan kerja sama lintas sektor dan internasional.
Kapolri menilai kesiapsiagaan dan kolaborasi menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas keamanan nasional di tengah dinamika global yang semakin tidak menentu. Pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat diharapkan dapat bergerak seiring dalam membangun ketahanan nasional yang berkelanjutan. (Sn)