Kapal Pesiar Tinggalkan Kamboja Setelah Memaksa Ratusan Penumpang Turun

kapal pesiar Villa Vie Odyssey
kapal pesiar Villa Vie Odyssey

Sihanoukville | EGINDO.co – Setelah menurunkan lebih dari 200 penumpang yang telah membayar puluhan ribu dolar untuk tinggal di atas kapal selama bertahun-tahun, kapal pesiar Villa Vie Odyssey bertolak dari Kamboja pada Rabu (4 November) pagi.

Pekan lalu, pemilik kapal tersebut, Villa Vie Residences yang berbasis di Florida, menangguhkan operasional dan meminta para penumpang untuk turun di kota pelabuhan Sihanoukville. Pihak perusahaan menyatakan bahwa kenaikan harga bahan bakar akibat perang yang melibatkan Iran telah membuat biaya operasional menjadi sangat mahal.

Menurut Taing Sochitkrishna, kepala departemen pariwisata Sihanoukville, kapal tersebut berangkat tanpa penumpang dan hanya membawa sekitar 50 awak kapal. Ia menyebutkan bahwa sekitar 100 penumpang masih berada di Kamboja, sementara sebagian besar penumpang lainnya telah terbang ke berbagai destinasi lain di kawasan tersebut.

Pada hari Selasa, para penumpang mengangkut barang-barang terakhir mereka dari kapal. Banyak di antara mereka mengaku tidak berharap untuk bisa kembali ke kapal tersebut.

“Masih banyak barang di kapal yang sebenarnya ingin saya bawa,” ujar Shirine Thomas, asal Wilmington, North Carolina, sesaat setelah mengambil barang-barang terakhirnya.

Villa Vie Odyssey telah berlayar mengelilingi dunia selama setidaknya 755 hari. Kapal ini merupakan salah satu dari segelintir kapal yang menawarkan kesempatan kepada penumpang untuk menyewa atau membeli tempat tinggal jangka panjang, bahkan permanen, di atas kapal.

Belum ada konfirmasi mengenai tujuan akhir kapal tersebut. Beberapa penumpang dan situs pelacakan maritim mengindikasikan bahwa kapal itu menuju Singapura. Pihak Villa Vie Residences tidak menanggapi surel maupun panggilan telepon yang meminta komentar.

Mary Ann Demsar, seorang pensiunan guru sekolah menengah berusia 67 tahun asal Ontario, Kanada, mengatakan bahwa pihak pemilik kapal tidak memberikan informasi apa pun mengenai apakah pelayaran akan dilanjutkan atau tidak.

“Kami tidak mendapatkan kejelasan apa pun dari pemilik Villa Vie mengenai apa yang sebenarnya terjadi,” ujarnya. “Mereka sangat tertutup; satu-satunya informasi yang kami peroleh justru datang dari pemerintah yang luar biasa serta perwakilan-perwakilan di Kamboja ini.”

Sumber : CNA/SL

Scroll to Top