Manila | EGINDO.co – Seorang penyiar radio lokal ditembak mati di Filipina selatan pada Senin (21 Juli), ungkap satuan tugas kepresidenan, menambah panjang daftar korban tewas pekerja media di negara yang termasuk di antara negara paling berbahaya di dunia bagi jurnalis.
Erwin Labitad Segovia, 63, seorang penyiar Radio WOW FM dan pembawa acara program yang berfokus pada isu-isu sosial dan pemerintahan daerah, ditembak mati oleh seorang pria bersenjata yang masih belum dikenal saat dalam perjalanan pulang tak lama setelah menyelesaikan siaran paginya.
Menurut polisi, Segovia diikuti oleh dua tersangka yang mengendarai sepeda motor.
Filipina berada di peringkat kesembilan dalam Indeks Impunitas Global Komite Perlindungan Jurnalis 2024, yang melacak negara-negara di mana kasus pembunuhan jurnalis masih belum terpecahkan.
Pihak berwenang telah meluncurkan penyelidikan dan telah mengaktifkan Satuan Tugas Investigasi Khusus untuk menangani kasus ini, ujar Jose Torres Jr, direktur eksekutif Satuan Tugas Kepresidenan untuk Keamanan Media, dalam sebuah pernyataan.
“Keselamatan jurnalis tetap menjadi prioritas pemerintah, dan keadilan bagi korban kekerasan terkait media terus menjadi perhatian nasional,” ujar Torres.
Pembunuhan Segovia menyoroti risiko berkelanjutan yang dihadapi jurnalis di Filipina, terutama di provinsi-provinsi di mana dinamika kekuasaan lokal seringkali tak terkendali.
Lebih dari 200 jurnalis telah terbunuh di negara ini sejak demokrasi dipulihkan pada tahun 1986, menurut Persatuan Jurnalis Nasional Filipina, termasuk 32 orang dalam satu insiden pada tahun 2009 di wilayah selatan negara tersebut.
Sumber : CNA/SL