Jet Tempur China Dekati Pembom B-52 Dalam Jarak 3 Meter

Jet Tempur China berjarak 3 meter dari Pembom B-52
Jet Tempur China berjarak 3 meter dari Pembom B-52

Washington | EGINDO.co -Militer AS pada Kamis (26 Oktober) mengatakan sebuah jet Tiongkok nyaris mendekati pesawat pembom AS awal pekan ini di Laut Cina Selatan, yang menurut Washington merupakan perilaku yang semakin berisiko yang dilakukan pesawat militer Tiongkok.

Militer AS mengatakan bahwa pada hari Selasa sebuah jet J-11 Tiongkok datang dalam jarak 3m dari pesawat B-52.

“Selama pencegatan malam hari, pilot RRT (Republik Rakyat Tiongkok) terbang dengan cara yang tidak aman dan tidak profesional, menunjukkan kemampuan penerbangan yang buruk dengan menutup dengan kecepatan berlebihan yang tidak terkendali, terbang di bawah, di depan, dan dalam jarak 10 kaki (3m) dari B-52, menempatkan kedua pesawat dalam bahaya tabrakan,” demikian pernyataan militer AS.

Baca Juga :  Gubsu Edy Hantarkan Jenazah Mantan Gubsu Rudolf M Pardede

“Kami khawatir pilot ini tidak menyadari seberapa dekat dia menyebabkan tabrakan,” tambahnya.

Awal bulan ini, Pentagon mengatakan pesawat militer Tiongkok telah melakukan manuver di dekat pesawat AS hampir 200 kali sejak tahun 2021.

Pekan lalu, Kementerian Pertahanan Tiongkok mengatakan bahwa Pentagon yang menuduh militernya melakukan pencegatan udara yang “berisiko dan memaksa” adalah fitnah terencana terhadap Tiongkok dengan motif politik tersembunyi.

Hubungan antara Tiongkok dan Amerika Serikat tegang, dengan adanya perselisihan antara dua negara dengan ekonomi terbesar di dunia tersebut terkait segala hal mulai dari Taiwan dan catatan hak asasi manusia Tiongkok hingga aktivitas militernya di Laut Cina Selatan.

Namun Washington sangat ingin menghidupkan kembali komunikasi militer-ke-militer dengan Tiongkok.

Baca Juga :  Hari Ini, Kejaksaan Agung Akan Periksa Airlangga Hartarto

Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi memulai kunjungan yang telah lama dinantikan ke Washington pada hari Kamis, ketika AS dan Tiongkok berupaya untuk mengatasi perbedaan strategis yang mendalam dan membuka jalan bagi pertemuan puncak yang diharapkan antara Presiden Joe Biden dan mitranya Xi Jinping.

Sumber : CNA/SL

Bagikan :