Jepang Harus Pulihkan Disiplin Fiskal Untuk Melindungi Nilai Yen

Ilustrasi Yen - Jepang
Ilustrasi Yen - Jepang

Tokyo | EGINDO.co – Jepang harus memulihkan disiplin fiskal untuk bersiap menghadapi kenaikan suku bunga, dan untuk memastikan kepercayaan pasar terhadap yen tetap terjaga, panel partai berkuasa yang berpengaruh mengatakan dalam rancangan proposal kebijakan fiskal yang diperoleh Reuters pada hari Rabu.

Proposal tersebut, yang akan tercermin dalam cetak biru fiskal jangka menengah pemerintah yang akan dirilis bulan depan, menggarisbawahi bagaimana melemahnya yen dan keluarnya suku bunga ultra-rendah menambah tekanan pada Jepang untuk mengendalikan utang publiknya yang besar.

“Ketika perkembangan ekonomi global mengalami perubahan besar, penguatan yen tidak bisa lagi dianggap remeh,” kata panel tersebut dalam rancangan proposal, seraya menambahkan bahwa Jepang harus mewaspadai risiko kebijakan fiskal yang terlalu longgar yang mengikis kepercayaan pasar terhadap yen.

Baca Juga :  Moriyasu Terkejut Pelecehan Rasis Ditujukan Kiper Suzuki

“Meskipun kita tidak boleh terlalu pesimis terhadap perkembangan pasar mata uang baru-baru ini, kita harus selalu ingat bahwa kepercayaan terhadap yen tidaklah mutlak,” katanya mengenai penurunan yen.

“Kami baru-baru ini melihat volatilitas berlebihan di pasar mata uang yang didorong oleh pergerakan spekulatif,” kata rancangan proposal tersebut.

Jepang juga harus memperhitungkan prospek kenaikan suku bunga dalam mengarahkan kebijakan fiskal, setelah keputusan bank sentral pada bulan Maret untuk mengakhiri suku bunga negatif dan pengendalian imbal hasil obligasi, kata rancangan proposal tersebut.

“Suku bunga jangka panjang meningkat menjadi sekitar 1 persen dan kemungkinan besar akan ditentukan oleh pasar mulai sekarang,” katanya. “Kita tidak bisa lagi mengarahkan kebijakan fiskal dengan asumsi bahwa suku bunga akan tetap rendah.”

Baca Juga :  SD Di Medan Mulai Terapkan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas

Pandangan panel tersebut, yang terdiri dari anggota parlemen Partai Demokrat Liberal (LDP) yang lebih sadar akan perlunya disiplin fiskal, mencerminkan pandangan Kementerian Keuangan yang mengawasi anggaran negara.

Hal ini kontras dengan sekelompok anggota parlemen dari partai berkuasa yang lebih memilih mendukung perekonomian dengan belanja fiskal yang besar. Cetak biru fiskal akhir pemerintah akan mempertimbangkan pandangan kedua belah pihak, kata sumber dari partai yang berkuasa dan pemerintah.

Jepang dibebani dengan utang publik terburuk di dunia industri yang jumlahnya dua kali lipat dari perekonomiannya.

Sumber : CNA/SL

Bagikan :