Jasa Marga Percepat Tol Jogja-Solo, Akses Bokoharjo Dikebut Jelang Nataru

Ilustrasi
Ilustrasi

Jakarta|EGINDO.co PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR) mempercepat penyelesaian pembangunan Jalan Tol Solo–Yogyakarta–NYIA Kulonprogo sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas antarkawasan sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Percepatan terutama diarahkan pada pembangunan Akses Bokoharjo yang terhubung dengan Exit Tol Purwomartani. Jalur tersebut diproyeksikan menjadi salah satu akses penting bagi pergerakan kendaraan menuju kawasan selatan DIY, termasuk Bantul dan wilayah sekitarnya.

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, mengatakan pengembangan akses tersebut diperlukan untuk mengurangi ketergantungan arus kendaraan pada Jalan Adisutjipto. Dengan adanya jalur alternatif, distribusi lalu lintas di kawasan Yogyakarta diharapkan menjadi lebih merata.

“Pengembangan akses ini kami lakukan agar distribusi lalu lintas tidak terpusat di Jalan Adisutjipto, sekaligus memperkuat konektivitas menuju wilayah selatan DIY seperti Bantul dan sekitarnya,” ujar Rivan dalam keterangan resmi, Senin (10/8/2026).

Dari sisi pengerjaan, Tol Jogja–Solo Paket 1.2 Segmen Prambanan–Purwomartani sepanjang 11,48 kilometer telah mencapai progres fisik 92,54% hingga akhir Juni 2026. Capaian tersebut berada di atas target yang ditetapkan.

Sementara itu, proses pembebasan lahan untuk Akses Bokoharjo sudah mencapai 99,38%. Kondisi tersebut membuka ruang bagi percepatan pekerjaan konstruksi setelah seluruh dokumen Rencana Teknik Akhir (RTA) rampung.

Jasa Marga menargetkan Akses Bokoharjo dapat digunakan secara fungsional untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat pada periode Natal dan Tahun Baru 2026/2027. Kehadiran akses ini juga diharapkan memberikan alternatif perjalanan menuju sejumlah kawasan wisata di DIY.

Perkembangan proyek tersebut sejalan dengan laporan sejumlah media ekonomi. DetikFinance sebelumnya melaporkan pembangunan Tol Jogja–Solo telah memasuki tahap hampir rampung, sedangkan iNews mencatat Tol Yogyakarta–Bawen Seksi 6 ruas Ambarawa–Bawen sepanjang 4,98 kilometer telah mencapai progres 98,68% dan ditargetkan beroperasi pada akhir 2026.

Selain Tol Jogja–Solo, Jasa Marga juga terus menyelesaikan Tol Jogja–Bawen Seksi 6. Ruas Ambarawa–Bawen tersebut memiliki panjang 4,98 kilometer dengan tingkat penyelesaian konstruksi mencapai 98,68%.

Pengembangan jaringan tol di kawasan DIY dan Jawa Tengah dinilai memiliki nilai strategis bagi perekonomian daerah. Infrastruktur tersebut berpotensi memperpendek waktu tempuh, meningkatkan efisiensi distribusi barang dan jasa, serta mendukung pergerakan wisatawan menuju berbagai destinasi unggulan.

Sejumlah kawasan wisata seperti Candi Prambanan, Ratu Boko hingga Tebing Breksi diperkirakan turut memperoleh manfaat dari semakin baiknya akses transportasi. Dalam jangka panjang, peningkatan konektivitas juga dapat memperkuat aktivitas perdagangan, pariwisata, serta investasi di wilayah yang dilalui jaringan tol.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyambut positif perkembangan pembangunan tersebut. Pemerintah daerah mendukung percepatan pembebasan lahan dan pekerjaan fisik, dengan tetap menempatkan kualitas konstruksi sebagai perhatian utama.

“Yang terpenting bagi saya adalah kualitas pekerjaannya baik,” kata Sri Sultan.

Dengan progres konstruksi yang telah mendekati penyelesaian, Jasa Marga berharap pembangunan koridor tol tersebut dapat segera memberikan manfaat nyata bagi mobilitas masyarakat sekaligus menjadi katalis bagi pertumbuhan ekonomi regional di Yogyakarta dan sekitarnya. (Sn)

Scroll to Top