Iran Segera Bergabung dengan Bank Pembangunan BRICS

Gubernur Bank Sentral Iran, Abdolnaser Hemmati
Gubernur Bank Sentral Iran, Abdolnaser Hemmati

Dubai | EGINDO.co – Iran akan segera bergabung dengan New Development Bank (NDB), lembaga pemberi pinjaman pembangunan yang didirikan oleh kelompok negara BRICS, demikian disampaikan Gubernur Bank Sentral Abdolnaser Hemmati dalam laporan media pemerintah yang diterbitkan pada hari Rabu (12 Agustus) menjelang pertemuan keuangan BRICS di India.

Iran masih berada di bawah sanksi menyeluruh dari Amerika Serikat dan dunia internasional, serta belum mencapai kesepakatan damai untuk mengakhiri konflik saat ini dengan AS dan Israel; hal ini memberikan dorongan tambahan bagi Teheran untuk mencari saluran keuangan alternatif di luar sistem dolar.

Divisi komunikasi korporat NDB mengatakan kepada Reuters bahwa mereka tidak dapat mengonfirmasi informasi mengenai keanggotaan Iran.

Iran bergabung dengan BRICS pada tahun 2024 seiring dengan perluasan kelompok tersebut—sebuah langkah yang bertujuan memperdalam hubungan ekonomi di antara negara-negara berkembang—dan sejak saat itu telah menyatakan keinginannya untuk menjadi anggota serta pemegang saham NDB.

Bank ini didirikan oleh Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan pada tahun 2015 untuk membiayai proyek infrastruktur dan pembangunan berkelanjutan. Sejak saat itu, bank tersebut telah memperluas keanggotaannya dengan mencakup Uni Emirat Arab, Mesir, dan negara-negara berkembang lainnya.

“Hasil terpenting dari kerja sama antarnegara anggota BRICS adalah pendirian New Development Bank, dan negara kami akan segera menjadi anggota bank ini,” ujar Hemmati, sebagaimana dikutip media pemerintah.

Hemmati sedang menghadiri pertemuan pertama para menteri keuangan dan gubernur bank sentral BRICS yang diselenggarakan oleh India, negara yang memegang keketuaan bergilir BRICS tahun ini.

Anggota BRICS berupaya mengurangi ketergantungan pada dolar AS dengan mendorong perdagangan dan transaksi keuangan menggunakan mata uang nasional masing-masing.

Hemmati mengatakan Iran meyakini bahwa anggota BRICS dapat melakukan perdagangan menggunakan mata uang nasional mereka dan sedang mengupayakan kerja sama moneter bilateral serta trilateral dengan anggota lainnya.

Keanggotaan NDB terbuka bagi negara-negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), baik sebagai negara anggota peminjam maupun non-peminjam, menurut keterangan bank tersebut. Uzbekistan menjadi anggota kesepuluh bank ini pada tanggal 5 Juni.

Sumber : CNA/SL

Scroll to Top