Tokyo | EGINDO.co – Investor Jepang menjual saham asing selama tiga bulan berturut-turut di bulan Juli, mengambil untung setelah reli tajam yang membuat valuasi terbebani, sementara mengalihkan dana dalam jumlah besar ke obligasi asing berimbal hasil lebih tinggi karena pelemahan yen mendorong imbal hasil.
Menurut data Kementerian Keuangan Jepang yang dirilis pada hari Jumat, investor Jepang menarik sekitar 536,4 miliar yen ($3,64 miliar) dari ekuitas asing pada bulan tersebut.
Mereka telah menjual saham asing senilai 1,99 triliun yen pada bulan sebelumnya.
Sementara itu, investor Jepang memborong obligasi asing senilai 3,63 triliun yen pada bulan Juli, menandai pembelian bersih bulanan ketiga.
Yen < JPY=> merosot sekitar 4,5 persen terhadap dolar bulan lalu, tertajam dalam sebulan sejak Desember 2024.
Rekening perwalian (dana pensiun) menjual saham asing dan membeli obligasi jangka panjang secara bersih selama tiga bulan berturut-turut. Mereka melepas ekuitas asing senilai 1,52 triliun yen dan membeli obligasi jangka panjang senilai 419,6 miliar yen.
Investasi ekuitas asing neto oleh bankir, perusahaan manajemen investasi, dan perusahaan asuransi Jepang pada bulan Juli masing-masing mencapai 445,5 miliar yen, 333,5 miliar yen, dan 207,1 miliar yen.
Pasar obligasi luar negeri menerima investasi Jepang senilai 3,82 triliun yen dalam obligasi jangka panjang. Namun, obligasi jangka pendek mencatat divestasi neto sebesar 196,6 miliar yen.
Data terpisah dari Bank of Japan menunjukkan bahwa pelaku pasar Jepang membeli obligasi AS senilai 5,73 triliun yen pada paruh pertama tahun ini, turun dari pembelian neto senilai 6,4 triliun yen pada tahun sebelumnya.
Mereka juga menginvestasikan 2,37 triliun yen dalam surat utang Eropa pada paruh pertama tahun ini. Obligasi Prancis dan Jerman menerima investasi bersih senilai 702 miliar yen dan Jepang senilai 494 miliar yen.
Sumber : CNA/SL