Investor Jepang Lebih Suka Saham Asing daripada Obligasi pada Agustus

Ilustrasi Saham Asia
Ilustrasi Saham Asia

Tokyo | EGINDO.co – Investor Jepang melakukan pergeseran terbesar mereka ke arah ekuitas luar negeri dalam lima bulan terakhir pada bulan Agustus, dengan mengucurkan dana sebesar 1,3 triliun yen (US$8,45 miliar) ke saham asing sembari mengurangi kepemilikan obligasi luar negeri, seiring dengan kuatnya kinerja laba global yang meningkatkan selera risiko.

Pembelian bersih ekuitas asing tersebut merupakan yang terbesar sejak angka 2,22 triliun yen pada bulan Maret, menurut data Kementerian Keuangan yang dirilis pada hari Selasa.

Pada saat yang sama, investor Jepang mencatatkan penjualan bersih surat utang jangka pendek asing senilai 1,02 triliun yen dan obligasi jangka panjang senilai 143 miliar yen, yang menandai penjualan bersih bulanan terbesar untuk obligasi luar negeri dalam lima bulan terakhir.

Langkah mengurangi kepemilikan obligasi luar negeri ini terjadi ketika pasar utang global dilanda aksi jual besar-besaran; imbal hasil (yield) obligasi jangka panjang melonjak akibat kekhawatiran mengenai inflasi, besarnya pinjaman pemerintah, dan prospek kebijakan moneter yang lebih ketat.

Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang juga turut naik, di mana imbal hasil acuan tenor 10 tahun mencapai 3 persen untuk pertama kalinya dalam tiga dekade; hal ini membuat surat utang domestik menjadi relatif lebih menarik bagi investor Jepang dan berpotensi mengurangi daya tarik obligasi luar negeri.

Pola arus dana yang kontras ini juga mengindikasikan adanya rotasi di dalam aset asing, bukan penarikan diri secara menyeluruh dari pasar luar negeri, di mana investor tetap mempertahankan eksposur terhadap ekuitas global sembari mengurangi kepemilikan aset pendapatan tetap (*fixed-income*).

Langkah ini diambil di tengah musim laporan laba global yang kuat. Data untuk sekitar 94 persen perusahaan dalam indeks MSCI All Country World menunjukkan rata-rata pertumbuhan laba tahun-ke-tahun (*year-on-year*) sebesar 43,6 persen, dengan hasil kinerja yang melampaui perkiraan analis sekitar 9,1 persen, menurut LSEG.

Optimisme seputar kecerdasan buatan (*artificial intelligence*/*AI*) juga tetap tinggi. Nvidia, perusahaan acuan di sektor AI, memproyeksikan pada akhir bulan lalu bahwa pendapatannya akan meningkat sekitar 70 persen pada tahun fiskal berikutnya, yang menegaskan berlanjutnya permintaan akan komputasi berbasis AI.

Perusahaan pengelola dana investasi (*investment trust*) Jepang menjadi pembeli terbesar ekuitas luar negeri, dengan mencatatkan pembelian bersih sebesar 1,35 triliun yen pada bulan Agustus. Sementara itu, perusahaan asuransi jiwa membeli saham asing senilai 24,9 miliar yen.

Kedua kelompok tersebut mengurangi eksposur obligasi asing mereka; perusahaan dana investasi menjual obligasi jangka panjang senilai 30,1 miliar yen, sedangkan perusahaan asuransi jiwa menjual obligasi senilai 137,3 miliar yen. Dana pensiun mengambil langkah yang berlawanan di sektor pendapatan tetap, dengan membeli obligasi luar negeri senilai 2,33 triliun yen serta saham luar negeri senilai 567,1 miliar yen.

Data terpisah dari Bank of Japan menunjukkan bahwa investor Jepang membeli saham AS senilai 1,22 triliun yen dan saham Eropa senilai 1,1 triliun yen hingga akhir Juli.

Saham Inggris mencatatkan pembelian bersih oleh investor Jepang sebesar 284,5 miliar yen dan saham Prancis sebesar 23,06 miliar yen selama periode tersebut, sementara saham Jerman mencatat penjualan bersih sebesar 322,3 miliar yen.

Sumber : CNA/SL

Scroll to Top