Intervensi Bulog untuk Seimbangkan Harga Beras

Aktivitas perdagangan beras di Pasar Induk Cipinang, Kamis (10/8/2023)
Aktivitas perdagangan beras di Pasar Induk Cipinang, Kamis (10/8/2023)

Jakarta | EGINDO.co – Intervensi Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk seimbangkan harga beras. Demikian dikatakan Kepala Badan Nasional Arief Prasetyo dan menerangkan pemerintah memiliki tiga program utama sebagai bentuk intervensi pasar untuk menyeimbangkan harga pangan yang dilaksanakan melalui Bulog.

EGINDO.co mengutip siaran pers dari Bulog menyebutkan ada tiga program utama meliputi. Pertama, Gerakan Pangan Murah (GPM) yang mendatangi langsung ke pemukiman penduduk atau tempat keramaian. Kedua, program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang disalurkan ke retail modern, pasar tradisional dan pasar induk dan Ketiga, penyaluran Bantuan Pangan sebanyak 10 kg ke masing-masing Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Masih dalam siaran pers Bulog selanjutnya Arief mengakui diperlukan waktu agar tercapainya keseimbangan harga baik di tingkat produsen dan konsumen. Namun, katanya telah diperhitungkan dengan baik oleh pemerintah sehingga masyarakat tidak perlu merasa khawatir terhadap harga pangan yang saat ini belum menentu.

Baca Juga :  Hingga Kini Impor Beras Indonesia Capai 659.000 Ton

Sementara itu Direktur Supply Chain dan Pelayanan Publik (SCPP) Perum Bulog, Mokhamad Suyamto menerangkan bahwa pihaknya akan terus melakukan manuver positif menyikapi harga beras yang masih fluktuatif dengan bergerak cepat menjalankan semua penugasan dari Pemerintah.

Penyaluran bantuan pangan beras saat ini berjalan semua di seluruh Indonesia, kemudian semua outlet distibusi program SPHP, baik itu pasar induk, pasar tradisional dan retail modern telah kami gelontorkan beras SPHP untuk memperbanyak ketersediaan agar masyarakat tidak kesulitan dalam mencari beras.@

Rel/timEGINDO.co

Bagikan :