Integrasi Stasiun Karet dan BNI City: Langkah Transformasi Layanan yang Menuntut Adaptasi Komuter

Ilustrasi
Ilustrasi

Jakarta|EGINDO.co Mulai Selasa, 1 September 2026, wajah transportasi publik di kawasan Sudirman-Setiabudi memasuki babak baru. Layanan naik dan turun penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Karet resmi dialihkan ke Stasiun BNI City. Kebijakan ini merupakan bagian dari proyek integrasi infrastruktur serta penataan kawasan yang dijadwalkan berlangsung hingga 31 Desember 2026.

Penutupan stasiun bersejarah yang telah beroperasi sejak 1922 tersebut didasari oleh pertimbangan keselamatan operasional dan keterbatasan lahan pengembangan fisik. Stasiun Karet yang diapit oleh jalan layang dan perempatan padat tidak lagi memungkinkan untuk diperluas. Sebaliknya, Stasiun BNI City menawarkan fasilitas yang lebih modern serta konektivitas antarmoda yang lebih solid, terhubung langsung dengan MRT dan LRT Jakarta guna mendukung konsep Transit-Oriented Development (TOD).

Tantangan Akses dan Efisiensi Perjalanan

Meskipun kedua stasiun hanya berjarak beberapa ratus meter, perubahan ini memberikan dampak signifikan terhadap mobilitas harian para penggunanya.

  • Tambahan Jarak dan Waktu: Penumpang kini harus berjalan kaki sekitar lima menit menyusuri akses selasar yang menghubungkan area Stasiun Karet menuju pintu barat Stasiun BNI City. akumulasi waktu tempuh ini dinilai cukup mengurangi efisiensi harian bagi para pekerja komuter.

  • Kondisi Jalur Pejalan Kaki: Jalur penghubung saat ini masih dalam tahap pembenahan. Meski ternaungi rindangnya pepohonan, ketersediaan kanopi pelindung dan penataan kebersihan lingkungan di sepanjang jalur tersebut masih perlu ditingkatkan.

  • Tantangan Moda Pengumpan: Pengalihan titik kumpul penumpang menuntut penyesuaian rute angkutan pengumpan seperti Transjakarta dan JakLingko, serta penyediaan area khusus penjemputan (pick-up/drop-off) bagi moda transportasi daring agar tidak memicu kemacetan baru.

Komitmen KAI Commuter dan Dampak Sosial

Dari sisi operasional, KAI Commuter memastikan 264 perjalanan Commuter Line relasi Kampung Bandan–Cikarang tetap berjalan normal tanpa perubahan jadwal. Untuk menjamin kenyamanan dan keamanan pengguna selama masa transisi, pengelola telah menyiagakan petugas lapangan, memperbanyak papan petunjuk arah, menambah fasilitas pencahayaan, serta mengoperasikan gate elektronik baru di sisi barat BNI City.

Kebijakan ini juga membawa kekhawatiran bagi para pelaku usaha kecil di sekitar kawasan Stasiun Karet. Para pedagang berharap proses penataan kawasan turut melibatkan pembinaan dan penyediaan tempat berjualan yang layak agar mata pencaharian masyarakat lokal tetap terjaga.

Integrasi ini menguji kesiapan infrastruktur dan respons publik. Berdasarkan data periode Januari hingga Juli 2026, gabungan aktivitas penumpang di kedua stasiun tersebut mencapai lebih dari 5,9 juta orang. Angka yang terbilang besar ini menunjukkan bahwa keberhasilan integrasi tidak hanya diukur dari megahnya fasilitas fisik, tetapi juga dari kemudahan akomodasi perjalanan jarak awal dan akhir (first mile and last mile) bagi seluruh penggunanya. (Sn)

Scroll to Top