Inpex Beberkan 5 Hambatan Proyek LNG Masela Rp351 Triliun, Perizinan dan Restu Warga Jadi Sorotan Satgas P2SP

ilustrasi
ilustrasi

Jakarta|EGINDO.co Operator Wilayah Kerja (WK) Masela, Inpex Masela Ltd., mengungkapkan sedikitnya lima tantangan utama dalam pengembangan proyek gas alam cair (LNG) Abadi Blok Masela dengan nilai investasi mencapai sekitar Rp351 triliun. Paparan tersebut disampaikan dalam rapat terbuka Satuan Tugas Percepatan Program Strategis Pemerintah (Satgas P2SP) yang berlangsung di Kantor Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa (24/2/2026).

Rapat dipimpin oleh Ketua Satgas P2SP, Purbaya Yudhi Sadewa, yang juga menjabat sebagai pejabat di lingkungan kementerian tersebut. Dalam forum itu, manajemen Inpex memaparkan berbagai hambatan yang berpotensi memengaruhi target investasi dan jadwal produksi proyek LNG yang digadang-gadang menjadi salah satu tulang punggung ketahanan energi nasional.

Berdasarkan pemaparan perusahaan, lima isu krusial yang tengah dihadapi meliputi:

  1. Proses Perizinan dan Regulasi
    Kompleksitas perizinan lintas kementerian dan lembaga dinilai masih menjadi pekerjaan rumah. Sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah menjadi faktor penting untuk mempercepat tahapan pra-konstruksi hingga konstruksi penuh.

  2. Penerimaan dan Partisipasi Masyarakat
    Dukungan masyarakat lokal di sekitar wilayah proyek menjadi perhatian utama. Perusahaan menekankan pentingnya pendekatan sosial, pemberdayaan ekonomi lokal, serta komunikasi intensif guna memastikan proyek berjalan kondusif.

  3. Kepastian Skema Fiskal dan Investasi
    Stabilitas kebijakan fiskal, termasuk insentif dan skema bagi hasil, menjadi pertimbangan investor dalam menjaga keekonomian proyek jangka panjang.

  4. Kesiapan Infrastruktur Penunjang
    Ketersediaan pelabuhan, fasilitas logistik, hingga akses energi dan utilitas dasar di wilayah pengembangan dinilai perlu diperkuat agar mendukung kelancaran konstruksi.

  5. Koordinasi Antar-Pemangku Kepentingan
    Proyek strategis berskala besar seperti Blok Masela membutuhkan koordinasi erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, kontraktor, serta mitra internasional.

Proyek LNG Abadi di Blok Masela merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi gas Indonesia sekaligus memperkuat posisi Indonesia di pasar LNG global. Investasi yang mencapai ratusan triliun rupiah itu juga diproyeksikan menciptakan efek berganda (multiplier effect) terhadap perekonomian daerah dan nasional.

Sejumlah media nasional turut menyoroti dinamika proyek ini. Kompas.com sebelumnya melaporkan bahwa kepastian regulasi menjadi faktor krusial dalam menjaga minat investor sektor hulu migas. Sementara itu, CNBC Indonesia menekankan bahwa percepatan proyek Blok Masela berpotensi memperkuat pasokan gas domestik di tengah meningkatnya kebutuhan energi industri.

Satgas P2SP sendiri dibentuk untuk mengawal percepatan proyek-proyek strategis pemerintah agar tidak terhambat persoalan administratif maupun teknis. Dalam rapat tersebut, pemerintah menegaskan komitmennya untuk memfasilitasi penyelesaian kendala yang dihadapi Inpex, termasuk melalui harmonisasi kebijakan dan dukungan lintas sektor.

Dengan nilai investasi jumbo dan dampak ekonomi yang luas, keberhasilan proyek LNG Abadi Blok Masela dinilai akan menjadi indikator penting bagi iklim investasi sektor energi Indonesia dalam beberapa tahun ke depan. (Sn)

Scroll to Top