Ini Dia Para Konglomerat Besar Pemilik Supermarket di Indonesia

Chairul Tanjung
Chairul Tanjung

Jakarta | EGINDO.com – Supermarket yang ‘menjamur’ di Indonesia hingga saat ini. Siapa saja pemiliknya. Terkadang banyak yang gemar berbelanjaria di supermarket akan tetapi tidak tahu siapa pemilik supermarket itu yang merupakan para konglomerat Indonesia. Lantas, siapa saja konglomerat pemilik supermarket di Indonesia?

Chairul Tanjung, satu dari para konglomerat besar yang menguasai jaringan supermarket di Indonesia. Chairul Tanjung merupakan tokoh sentral di balik CT Corp, grup usaha besar yang membawahi Mega Corp, Trans Corp, dan CT Global Resources. Melalui Trans Corp, ia mengembangkan Transmart sebagai ritel modern yang memadukan kebutuhan belanja harian dengan hiburan dan gaya hidup, sehingga supermarket tidak hanya berfungsi sebagai tempat belanja, tetapi juga destinasi keluarga.

Di luar bisnis ritel, Chairul Tanjung dikenal memiliki portofolio usaha yang sangat terdiversifikasi. Ia menguasai Wendy’s Indonesia serta berbagai merek fesyen global, seperti Versace, Mango, dan Jimmy Choo. Kekayaan Chairul Tanjung Berdasarkan Forbes Real Time Net Worth per 14 Januari 2026, mencapai US$4,4 miliar atau setara Rp74,17 triliun (kurs Rp16.857,78), menempatkannya di peringkat ke-14 orang terkaya di Indonesia.

Kemudian ada Anthoni Salim namanya identik dengan Indofood, salah satu produsen mi instan terbesar di dunia. Namun, pengaruhnya tidak berhenti di sektor manufaktur. Sebagai pemimpin Salim Group, Anthoni Salim juga memiliki kepentingan besar di sektor ritel melalui kepemilikan Indomaret, jaringan minimarket yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia.

Selain ritel dan makanan, Salim Group memiliki investasi di berbagai sektor strategis, mulai dari perbankan, telekomunikasi, hingga energi. Keluarga Salim juga memiliki saham di perusahaan investasi First Pacific yang tercatat di Hong Kong. Hingga Januari 2026, gerai Indomaret telah mencapai lebih dari 23.000 unit di seluruh Indonesia dengan lebih dari 190.000 karyawan. Kekayaan Anthoni Salim menurut Forbes per 10 Desember 2025, tercatat US$13,6 miliar atau sekitar Rp229,27 triliun.

Lalu ada Djoko Susanto merupakan pendiri Alfamart, jaringan minimarket yang menjadi pesaing utama Indomaret. Bisnis ini tumbuh pesat berkat pendekatan berbasis komunitas dan kemitraan, sehingga Alfamart mampu hadir sangat dekat dengan konsumen, termasuk di kawasan permukiman.

Sebelum membangun Alfamart, juga bermitra dengan pengusaha rokok untuk membuka jaringan ritel serupa. Setelah Sampoerna menjual bisnis rokoknya ke Philip Morris pada 2005, Djoko Susanto mengambil alih bisnis ritel tersebut dan mengembangkannya menjadi Alfamart. Per data 2024, Alfamart mengoperasikan lebih dari 23.277 gerai di Indonesia dan lebih dari 1.200 toko di Filipina. Kekayaan Djoko Susanto berdasarkan Forbes Real Time Net Worth per 14 Januari 2026, mencapai US$2,9 miliar atau setara Rp48,89 triliun.

Selanjutnya ada Muhammad Saleh Kurnis dikenal sebagai pionir ritel modern di Indonesia melalui pendirian PT Hero Supermarket Tbk. pada tahun 1971. Hero tercatat sebagai ritel modern pertama di Indonesia, yang menjadi titik awal perubahan pola belanja masyarakat dari pasar tradisional ke supermarket modern. Berawal dari hanya 9 gerai Hero Supermarket di wilayah DKI Jakarta, Hero Group terus berkembang dan beradaptasi dengan perubahan zaman.

Kini Hero Group mengelola beberapa unit bisnis utama, yaitu Hero Supermarket, Guardian, dan IKEA, yang masing-masing menyasar segmen konsumen berbeda. James Riady merupakan pemilik Hypermart, jaringan supermarket yang tercatat sebagai yang terbesar kedua di Indonesia dengan 111 gerai yang tersebar di berbagai wilayah. Hypermart menjadi bagian penting dari ekosistem ritel Lippo Group.

Anak dari Mochtar Riady, pendiri Lippo Group, James Riady juga aktif mengembangkan berbagai lini bisnis lain, seperti Foodmart, Timezone, dan Matahari. Strategi bisnisnya menekankan sinergi antara ritel, properti, dan hiburan. Meski tidak tersedia data resmi mengenai kekayaan James Riady, Forbes mencatat kekayaan ayahnya, Mochtar Riady, sebesar US$3,3 miliar atau setara Rp55,63 triliun.

Berikutnya ada Shin Kyuk-ho merupakan pengusaha Jepang keturunan Korea sekaligus pendiri Lotte Co., Ltd. Salah satu lini bisnis terbesarnya adalah Lotte Mart, jaringan supermarket internasional yang berdiri sejak 1998 dan berkembang pesat di kawasan Asia. Dalam perjalanan hidupnya, Shin Kyuk-ho sempat menghadapi kontroversi. Pada 2017, di usia 95 tahun, ia divonis atas kasus penggelapan dana perusahaan, meskipun tidak menjalani hukuman penjara karena alasan kesehatan.

Menjelang akhir hayatnya, Lotte Group juga diwarnai konflik internal antara kedua putranya. Shin Kyuk-ho meninggal dunia pada 19 Januari 2020 di usia 98 tahun. Berdasarkan data tahun 2023, Lotte Mart telah hadir di berbagai negara Asia dan di Indonesia berada di bawah PT Lotte Shopping Indonesia dengan 45 gerai supermarket.@

Bs/timEGINDO.com

Scroll to Top