Medan | EGINDO.com – Inflasi Provinsi Sumatera Utara (Sumut) tembus 2,92 persen pada bulan April 2026. Angka inflasi ini membuat kondisi kantong masyarakat Sumatera Utara (Sumut) sedang diuji.
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara melaporkan adanya kenaikan harga berbagai komoditas yang memicu inflasi tahunan sebesar 2,92 persen pada April 2026. Kepala BPS Sumut, Asim Saputra, menjelaskan bahwa kenaikan ini terlihat dari lonjakan Indeks Harga Konsumen (IHK) yang merangkak naik ke angka 112,00, dibandingkan periode yang sama tahun lalu di posisi 108,82.
Tren kenaikan harga ini terjadi merata di seluruh wilayah pemantauan IHK di Sumatera Utara. Namun, terdapat perbedaan kontras antar wilayah: Inflasi Tertinggi: Diraih oleh Kota Gunungsitoli yang mencapai 4,66 persen. Inflasi Terendah: Berada di Kabupaten Deli Serdang yang hanya sebesar 1,92 persen.
Adapun lonjakan harga paling tajam tidak hanya datang dari meja makan. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya melesat hingga 10,68 persen. Sementara itu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menyusul dengan kenaikan 3,61 persen.
Sementara itu komoditas yang paling besar menyumbang inflasi adalah Emas Perhiasan: Andil 0,59% (Penyumbang terbesar). Daging Ayam Ras: Andil 0,29%. Beras: Andil 0,28% dan Ikan Dencis: Andil 0,21%.
Selain empat besar di atas, kenaikan harga tiket pesawat (angkutan udara), tomat, telur ayam, hingga minyak goreng juga turut memperberat laju inflasi bulan ini. Secara tahunan, inflasi April 2026 ini (2,92%) memang lebih rendah dibanding April 2024 yang mencapai 3,96 persen, namun menunjukkan kenaikan jika dibandingkan April 2025 yang berada di angka 2,09 persen.
Mengutip keterangan resmi Asim Saputra bahwa gempuran kenaikan harga, beberapa komoditas justru bertindak sebagai “rem” inflasi. Cabai merah menjadi pahlawan dengan memberikan andil deflasi sebesar 0,69 persen. Diikuti oleh bawang putih, bawang merah, dan kentang yang harganya terpantau melandai, sehingga mencegah inflasi Sumut melonjak lebih tinggi lagi. Secara bulanan (month-to-month), Sumut mencatat inflasi 0,44 persen. Meskipun demikian, secara tahun kalender (year-to-date), Sumut sebenarnya masih mencatatkan deflasi tipis sebesar 0,22 persen.@
Rel/fd/timEGINDO.com