Jakarta|EGINDO.co Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan tingkat inflasi Indonesia pada Oktober 2025 sebesar 2,86 persen secara tahunan (year on year/y-on-y) dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 109,04. Capaian ini menunjukkan bahwa tekanan inflasi nasional masih berada dalam kisaran yang terkendali, di tengah fluktuasi harga pangan dan energi yang terjadi sepanjang tahun.
Secara bulanan (month to month/m-to-m), inflasi tercatat 0,28 persen, sementara secara kumulatif sejak awal tahun (year to date/y-to-d) mencapai 2,10 persen.
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menyampaikan bahwa inflasi Oktober masih terkendali berkat stabilnya pasokan bahan pangan dan terjaganya ekspektasi harga di masyarakat.
“Kinerja inflasi yang terjaga ini menunjukkan efektivitas koordinasi pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga ketersediaan pasokan, terutama menjelang akhir tahun,” ujar Amalia di Jakarta, Senin (3/11).
Dari sisi wilayah, Provinsi Sumatera Utara mencatat inflasi y-on-y tertinggi sebesar 4,97 persen dengan IHK 110,89, sedangkan Provinsi Papua menjadi yang terendah dengan inflasi hanya 0,53 persen dan IHK 104,69.
Pada level kabupaten/kota, Kabupaten Kerinci di Provinsi Jambi mencatat inflasi tertinggi secara nasional sebesar 6,70 persen dengan IHK 113,49, sementara inflasi terendah terjadi di Kota Bandar Lampung sebesar 0,43 persen dengan IHK 107,21.
Adapun Kabupaten Halmahera Tengah mengalami deflasi tahunan sebesar 0,19 persen dengan IHK 107,96, menandakan penurunan harga pada sejumlah komoditas.
Untuk komponen inti, inflasi tahunan tercatat 2,36 persen, dengan inflasi bulanan sebesar 0,39 persen dan inflasi kumulatif (y-to-d) sebesar 2,01 persen. Komponen inti mencerminkan inflasi yang bersifat lebih mendasar dan tidak terpengaruh oleh faktor musiman.
Ekonom Bank Indonesia, Rizky Mulyanto, menilai capaian inflasi Oktober 2025 masih berada dalam rentang sasaran pemerintah dan mencerminkan keberhasilan menjaga stabilitas makroekonomi.
“Dengan inflasi inti yang stabil dan harga pangan yang relatif terkendali, kami memperkirakan inflasi hingga akhir tahun akan tetap dalam kisaran sasaran 2,5 ± 1 persen,” ungkapnya.
Secara keseluruhan, laju inflasi yang terjaga ini menunjukkan sinergi kebijakan fiskal, moneter, dan pengendalian inflasi daerah berjalan efektif, menjaga daya beli masyarakat sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi nasional menjelang akhir 2025. (Sn)