Jakarta|EGINDO.co Indonesia semakin meneguhkan posisinya sebagai kandidat kuat pusat pertumbuhan kecerdasan buatan (AI) di Asia Tenggara. Berbagai proyeksi menunjukkan potensi ekonomi yang sangat besar: nilai kontribusi AI diperkirakan mencapai US$140 miliar pada 2030, dengan tiga sektor unggulan sebagai pendorong utama. Manufaktur diprediksi menyumbang sekitar US$357 miliar, sementara sektor perdagangan dan agrikultur masing-masing berpotensi menyumbang US$279 miliar dan US$291 miliar. The Wall Street Journal pun menjuluki Indonesia sebagai “AI hot spot”, menggarisbawahi pertumbuhan pasar AI nasional yang konsisten berada di kisaran 30% per tahun.
Para pakar menilai bahwa percepatan transformasi ini hanya dapat dicapai jika Indonesia memperkuat empat hal mendasar: ketersediaan data yang bersih dan terstruktur, pengembangan algoritma yang andal, kesiapan infrastruktur komputasi berskala besar, serta kualitas sumber daya manusia yang mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi. Lebih jauh, Indonesia memiliki peluang strategis untuk mengembangkan model bahasa besar (LLM) yang selaras dengan keragaman bahasa daerah, sehingga AI dapat hadir dengan konteks lokal yang lebih akurat dan inklusif.
Dalam lanskap industri, operator telekomunikasi tampil sebagai motor penggerak awal. Telkomsel telah memperluas adopsi solusi berbasis AI untuk mendukung layanan pelanggan, memantapkan efisiensi jaringan, dan meningkatkan kapabilitas pemrosesan data. Sementara itu, Indosat Ooredoo Hutchison bergerak agresif dalam membangun fondasi komputasi masa depan melalui pengembangan pusat data berbasis GPU. Perusahaan tersebut menargetkan lonjakan kapasitas komputasi AI dari 20 MW menjadi 500 MW pada 2028, sebuah lompatan yang dipandang akan memperkuat daya saing ekosistem digital nasional.
Indosat juga menghadirkan lapisan perlindungan baru bagi masyarakat melalui sistem AI Anti-Spam/Scam yang telah berhasil memblokir lebih dari 200 juta panggilan berisiko. Selain itu, pendirian AI-RAN Research Center—yang menjadi pusat penelitian pertama di Asia untuk pengembangan jaringan berbasis AI—menandai komitmen perusahaan terhadap kedaulatan digital dan sejalan dengan ambisi Indonesia Emas 2045.
Dengan fondasi yang terus diperkuat, kolaborasi multipihak, serta investasi yang semakin agresif dalam infrastruktur data dan komputasi, Indonesia berada pada momentum yang tepat untuk berkembang menjadi pusat inovasi AI yang diperhitungkan di tingkat global. (Sn)