Indonesia Dorong Kemitraan ASEAN-UE Berlandaskan Kesetaraan

Presiden Joko Widodo menghadiri KTT 45 tahun Kemitraan ASEAN-UE, Rabu (14/12), di Brussel, Belgia.
Presiden Joko Widodo menghadiri KTT 45 tahun Kemitraan ASEAN-UE, Rabu (14/12), di Brussel, Belgia.

Jakarta|EGINDO.co Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengungkapkan, sebagai Ketua ASEAN 2023 Indonesia memastikan kemitraan dengan Uni Eropa (UE) sangat penting. Baik di kawasan maupun secara global.

Hal itu disampaikan Presiden Joko Widodo ketika menghadiri KTT 45 tahun Kemitraan ASEAN-UE, di Brussel, Belgia, Rabu (14/12/2022). “Presiden RI menyampaikan bahwa kemitraan ASEAN-EU telah menghasilkan banyak hal,” kata Retno.

“Namun Bapak Presiden juga mengingatkan bahwa kita harus mengakui banyak perbedaan yang masih harus diselesaikan,” ujarnya. Retno menyebut, pada kesempatan itu Presiden juga mendorong kemitraan kerja sama ASEAN-UE berlandaskan prinsip kesetaraan.

Yaitu dengan cara saling menghormati, menguntungkan, serta tidak memaksakan kehendak. “Tidak boleh lagi ada pihak yang mendikte,” ucapnya.

Baca Juga :  Putin Minta Militer Ukraina Ambil Alih Kekuasaan

“Presiden juga menegaskan bahwa mindset “my standard is better than yours” harus diganti,” ujarnya. Menurutnya, selama beberapa dekade Asia Tenggara telah menjadi economic powerhouse dan diperkirakan akan tetap menjadi pusat pertumbuhan dunia.

Kerja sama dengan ASEAN, kata Retno, dipastikan Presiden Jokowi akan menguntungkan UE. Presiden juga mengharapkan, UE terus mendukung hak negara berkembang untuk tumbuh dan maju, dengan menjalankan beberapa hal.

Diantaranya, kemitraan ASEAN-UE harus berkontribusi pada pemulihan ekonomi yang inklusif serta perdagangan dan investasi harus dipermudah. “Bapak Presiden menyampaikan keprihatinan atas proposal regulasi deforestasi Uni Eropa yang menghambat perdagangan,” katanya.

“Beliau menjelaskan bahwa Indonesia akan terus membangun hilirisasi industri untuk mendorong pembangunan yang lebih inklusif,” ujarnya. Indonesia menilai kemitraan dengan UE harus membangun masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.

Baca Juga :  BPBD DKI: Banjir Rob Di Jakarta Utara Masih Berpotensi

“Di dalam konteks ini, kemitraan ASEAN-UE harus dapat memobilisasi pembiayaan dan alih teknologi ramah lingkungan. Serta memperkuat ekosistem pengembangan energi baru terbarukan,” katanya.

UE merupakan mitra dagang ASEAN ketiga terbesar setelah Tiongkok dan Amerika Serikat. Total perdagangan ASEAN-Uni Eropa pada tahun lalu mencapai USD268,9 miliar.

Sementara itu, investasi asing langsung atau foreign direct investment (FDI) dari UE ke ASEAN mencapai USD26 miliar pada 2021. UE adalah sumber FDI terbesar kedua di ASEAN setelah Tiongkok.

Sumber: rri.co.id/Sn

Bagikan :